Tenang Saat Persalinan, Bisa Kok

Ilustrasi hypnobirthing. (Istimewa)


Oleh: Amanda Rosdiana Fitri (FKM UI)

Menjadi seorang ibu, hamil, dan melahirkan merupakan kodrat seorang perempuan. Melahirkan secara normal, aman, dan sehat menjadi hasil akhir yang diharapkan bagi setiap ibu hamil. Namun, tidak jarang beberapa ibu hamil memiliki pikiran yang mengganggu karena adanya reaksi kecemasan terhadap cerita yang diperolehnya tentang proses persalinan. Hampir semua orang mengatakan bahwa proses melahirkan normal itu sakit atau bahkan bisa menyebabkan kebutaan. Oleh karena itu, timbul rasa cemas pada Ibu hamil yang akan menjalani proses persalinan.

Data World Health Organization (WHO), (2010) menunjukkan sekitar 5% wanita tidak hamil mengalami kecemasan, 8-10% selama kehamilan dan meningkat menjadi 13% ketika menjelang persalinan. Perasaan cemas dan takut saat menghadapi proses persalinan akan menyebabkan terjadinya serangkaian perubahan fisik dan psikologis diantaranya termanifestasi pada menegangnya otot-otot yang berhubungan dengan proses persalinan. Hal ini menjadikan semakin banyak ibu hamil yang mencari berbagai macam cara atau metode untuk bisa menghilangkan kecemasan saat persalinan.

Saat ini, terdapat berbagai macam cara mengatasi rasa nyeri, cemas, dan takut saat mengahadapi persalinan baik menggunakan obat atau tanpa obat-obatan. Cara-cara farmakologis atau dengan menggunakan obat-obatan seperti penggunaan analgesia yaitu berupa cairan yang nyatanya memiliki dampak negatif seperti depresi, muntah, hingga ketergantungan. Adapun salah satu cara tanpa obat-obatan yaitu dengan menggunakan terapi musik, air, relaksasi, dan Metode Hypnobirthing.

Metode Hypnobirthing saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan ibu hamil. Banyak komunitas dan social media influencer yang mengkampanyekan kepada masyarakat luas tentang Metode Hypnobirthing. Selain melalui media sosial, kampanye tersebut juga dilakukan melalui aksi-aksi di Car Free Day atau saat acara sosialisasi kepada ibu hamil. Hal ini membuat sebagian besar ibu hamil yang terpapar kampanye tersebut memilih menggunakan Metode Hypnobirthing untuk mengurangi rasa sakit saat persalinan dan menjadikannya pengalaman nikmat yang tak terlupakan.

Metode Hypnobirthing atau yang biasa disebut dengan hypnosis persalinan merupakan metode relaksasi yang mendasarkan pada keyakinan bahwa ibu hamil bisa mengalami persalinan melalui insting dan memberikan sugesti bahwa melahirkan itu nikmat (Mayunani, 2010). Hypnosis yang menjadi dasar dari metode ini sudah dikenal sebagai pengembangan teknik imajinasi terbimbing untuk dijadikan sebagai salah satu manajemen nyeri saat persalinan.

Metode yang pertama kali dikembangkan oleh Marie F. Mongan, seorang hypnotherapist. bersertifikat, sejak tahun 1987 melatih ibu untuk menenangkan pikirannya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hypnobirthing berfokus pada relaksasi pikiran dan jiwa dengan penambahan sugesti yang menjadikan tumbuhnya niat positif untuk ibu hamil sehingga bayi tumbuh sehat jasmani dan rohani hingga persalinan. Di Indonesia, hypnosis untuk persalinan ini telah dikembangkan sejak tahun 2002 oleh Lanny Kuswandi, perawat bidan dengan pendalaman Clinical Hypnotherapist. Hingga saat ini sudah sekitar 600 bidan di Indonesia yang sudah belajar Hypnobirthing. (Pur, 2010)

Berdasarkan penelitian Sunaidi pada tahun 2009, wanita yang memiliki pengalaman Hypnobirthing saat melahirkan anak merasa jauh lebih tenang dan rasa sakit berkurang sampai 70%. Selain itu, beberapa penelitian juga membuktikan bahwa Metode Hypnobirthing dapat meminimalisir ketegangan dan kepanikan saat proses persalinan serta periode setelahnya sehingga tidak menjadi trauma pasca persalinan dibandingkan dengan metode lain seperti aromaterapi, akupuntur, audio-analgesia, dan pijatan (Smith et, al, 2006 dalam Asmarany, 2012). Metode Hypnobirthing yang merupakan metode sederhana yang efektif tanpa menggunakan obat-obatan juga memiliki pengaruh yang positif dan signifikan dalam mengurangi lama proses persalinan dan perawatan pasca persalinan.

Beberapa tahapan dalam melaksanakan Metode Hypnobirthing yaitu relaksasi pada bagian otot, pernapasan, pikiran lalu dilanjutkan dengan penanaman hal atau kalimat positif yang akan terekam dalam alam bawah sadar sehingga tindakan akan lebih banyak dipengaruhi oleh alam bawah sadar dibandingkan alam sadar. Oleh karena itu, Metode Hypnobirthing memiliki keunggulan dibandingkan metode lain karena tidak membutuhkan peralatan yang sulit dan biayanya pun terjangkau.

Dalam menghadapi persalinan memang membutuhkan banyak persiapan, tidak hanya secara fisik namun juga psikis. Berbagai macam faktor dapat mempengaruhi kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan, salah satunya yaitu kecemasan, rasa takut, dan percaya diri yang rendah. Faktor tersebut dapat menyebabkan persalinan yang seharusnya lancar menjadi terhambat. Dengan menggunakan Metode Hypnobirthing saat menghadapi persalinan, ibu hamil dilatih rutin melakukan relaksasi agar mereka tenang dan selalu berpikiran positif sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri ibu hamil dalam menghadapi persalinan dan menjadikan persalinan berjalan normal, sehat, dan aman.

REFERENSI :
Felina, Mutia. 2016. Pengaruh Hypnobirthing Terhadap Nyeri Persalinan di Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Tahun 2015. “Jurnal Kesehatan STIKes Prima Nusantara Bukittinggi”. Vol. 7, No. 1 : 59-64.
Asmarany, Kamilia. 2012. Efektifitas Penerapan Hypnobirthing dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester Tiga Menjelang Persalinan Anak Pertama di Usia Dewasa Awal. “Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi”. Vol. 1, No. 1 : 37-45.
Romadhomah, Trixie Salawati, Indri Astuti Purwanti. Tanpa tahun. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hypnobirthing dengan Sikap Ibu Hamil Terhadap Terapi Hypnobirthing di BPM Ny. Mul Agus Grobogan.
Astuti, Indria dan Noviyanti. 2015. Pengaruh Hypnobirthing Terhadap Tingkat Nyeri dan Kemajuan Persalinan pada Ibu Bersalin di BPM Kota Cimahi. “The Southeast Asian Journal of Midwifery”. Vol.1, No.1 : 43-47
Marliana, Tjahjono Kuntjoro, Sri Wahyuni. 2016. Pengaruh Hypnobirthing terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan, Tekanan Darah, dan Denyut Nadi pada Ibu Hamil Primigravida Trimester III. “Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)”. Vol. 19, No.1.