Pentingnya Masker Bagi Pengendara Sepeda Motor

oleh -47 views

Oleh: Dimas Abimanyu Wicaksono (FKM UI)

Segarnya udara perkotaan sudah tidak dapat kita rasakan lagi, dahulu udara bersih masih dapat kita rasakan dimanapun tetapi sekarang kita harus pergi jauh melipir dari perkotaan untuk mendapatkan udara yang tidak tercemar.

Menurut UU nomor 32 tahun 2009, pencemaran lingkungan hidup yaitu masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia, sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Sumber dari polusi udara bermacam-macam contohnya yaitu transportasi, industri, pembakaran, gunung berapi, uap pelarut organik dan lainnya. Kegiatan manusialah yang menjadi penyumbang terbesar terjadinya polusi udara

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, ISPU atau Indeks Standard Pencemaran Udara propinsi DKI Jakarta dalam konsisi sedang.  Jakarta Timur sebesar 81, Jakarta Utara sebesar 72, Jakarta Selatan sebesar 59, Jakarta Barat sebesar 56 dan Jakarta Pusat sebesar 59. Dengan interpretasi bahwa nilai 51-100 yaitu sedang dan 101-199 yaitu tidak sehat, maka dapat disimpulkan bahwa Jakarta Timur yaitu daerah yang paling tinggi polusinya dan yang paling rendah yaitu Jakarta Barat. Kondisi ini memang masih dalam keadaan yang tidak berbahaya, tetapi bagaimana jika kita terpapar oleh kondisi tersebut setiap harinya ?

Ilustrasi. (Istimewa)

Masyarakat yang menggunakan sepeda motor dapat setiap hari mengalami kondisi tersebut, ditambah mereka berada di jalanan dengan kondisi yang diperparah oleh asap buang kendaraan lain. Menurut Badan Pusat Statistik Nasional tahun 2016, data pengguna kendaraan bermotor sebanyak 129.281.079 kendaraan dengan prevalensi pengguna sepeda motor sebanyak 105.150.082. Ini menandakan bahwa sekitar 81% pengguna kendaraan bermotor yaitu pengguna sepeda motor.

Di era milenial ini, penggunaan motor memang lebih diminati oleh masyarakat, ditambah maraknya perusahaan transportasi online yang menyediakan transportasi sepeda motor untuk penggunanya. Sepeda motor lebih digemari masyarakat karena padatnya kondisi jalanan, sehingga dengan motor mereka dapat sampai di tempat tujuan lebih cepat.

Pengguna sepeda motor dapat langsung terpapar dengan polusi udara karena pengguna sepeda motor langsung menghirup udara lingkungan tanpa disaring terlebih dahulu. Berbeda dengan kendaraan lain yang memang kondisinya tertutup (seperti mobil, bis, atau kereta), pengguna kendaraan ini tidak langsung menghirup udara yang tercemar, melainkan masih disaring oleh sistem pendingin udara pada kendaraan tersebut.

Oleh karena itu penggunaan masker sangat dianjurkan pada pengguna sepeda motor, karena masker dapat menyaring polutan yang terdapat di udara dan mencegah polutan tersebut masuk ke dalam tubuh. Masker sangat mudah dalam pemakaiannya dan juga sudah tersedia di apotek bahkan supermarket, sehingga pengguna sepeda motor tidak akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan masker tersebut.

Dalam fungsinya masker mencegah polutan yang ada di udara untuk masuk ke dalam tubuh manusia melalui sistem pernapasan. Ketika seseorang menggunakan masker, udara yang masuk ke dalam tubuh manusia otomatis harus melewati masker terlebih dahulu kemudian masuk kedalam sistem pernapasan manusia.

Udara tersebut akan disaring melalui serat yang terdapat di masker dan terkumpul di dalam masker tersebut serta ada beberapa jenis masker tertentu yang dapat langsung di lepaskan ke lingkungan lagi. Mekanisme penyaringan polutan dari udara pada masker berbeda-beda tergantung dari jenis maskernya.

Terdapat jenis masker yang dikelompokkan baik dari fungsi maupun bentuknya. Menurut fungsinya, masker dibagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu masker partikel dan masker kimia. Masker partikel mampu menyaring udara dari partikel sebesar 0,3 micron. Masker partikel ini biasanya untuk penggunaan sekali-pakai dan terbagi menjadi dua yaitu Masker fiber dan masker kertas.

Masker fiber umum digunakan saat ini dan mudah didapat, bahkan di minimarket dekat rumah kita. Masker fiber juga ada yang menggunakan bahan karbon aktif, sehingga meningkatkan kemampuan filtrasi udara. Sedangkan masker kertas memiliki kemampuan filtrasi udara yang lebih baik (bahkan dapat menyaring virus yang beterbangan di udara), karena dapat dicetak bentuknya hingga dapat menutupi area hidung dan mulut dengan lebih sempurna.

Untuk memaksimalisasi penggunaan masker, berikut langkah-langkah penggunaan masker biasa/bedah yang benar dikutip dari San Fransisco Department of Public Health:

  • Sebelum menyentuh masker, cuci tangan Anda dengan air dan sabun atau hand sanitizer
  • Ambil sebuah masker dan pastikan tidak ada noda kotoran atau lubang/sobekan pada setiap sisi masker.
  • Tentukan sisi atas masker yang ditandai dengan adanya kawat hidung (nose piece) dan tempatkan pada bagian atas.
  • Tentukan yang mana sisi luar dan sisi dalam masker. Sisi luar biasanya ditandai dengan bagian yang berwarna dan memiliki permukaan yang lebih kasar serta arah lipatan menghadap ke bawah, sedangkan sisi dalam biasanya berwarna putih dan memiliki permukaan yang lebih halus.
  • Ikuti instruksi di bawah ini untuk berbagai tipe masker yang digunakan:
  • Masker dengan karet telinga: gantung masker dengan melingkarkan karet pada setiap telinga.
  • Masker dengan tali pengikat: letakkan sisi atas masker pada batas atas hidung dan ikatkan tali bagian atas pada belakang atas kepala Anda.
  • Tempelkan dan bentuk kawat hidung mengikuti lekuk hidung Anda.
  • Jika menggunakan masker dengan tali pengikat, ikatkan tali bagian bawah pada belakang leher.
  • Tarik bagian bawah masker sampai menutupi seluruh mulut dan dagu Anda.

Polusi udara dapat berdampak baik pada lingkungan ataupun pada kesehatan manusia, dampak yang ditimbulkan pada kesehatan manusia dapat secara akut maupun kronik dan ditandai dengan gejala yang samar samar. Terdapat 3 (tiga) cara pencemaran udara masuk ke dalam tubuh manusia yaitu inhalasi, ingesti dan penetrasi kulit. Inhalasi yaitu masuknya bahan dari sistem pernapasan manusia, ingesti yaitu masuknya bahan dari sistem pencernaan sedangkan penetrasi kulit yaitu masuknya bahan melalui pori-pori kulit.

Dari ketiga cara tersebut, inhalasi merupakan jalur masuk utama dari bahan ke dalam tubuh manusia. Setelah bahan tersebut berada di dalam tubuh kemudia masuk ke dalam sistem peredaran darah dan nantinya akan menimbulkan kerusakan pada organ tubuh lainnya. Dimulai dari iritas saluran pernapasan, iritasi mata dan iritasi kulit sampai pada tahap kanker paru. Gangguan tersebut dapat berdampak pada daya kerja seseorang, nilai produktivitasnya dapat menurun karena disebabkan oleh tingkat kesehatannya juga menurun. Penurunan produktivitas dapat berpengaruh jangka panjang terhadap permasalah ekonomi.

Selain pada kesehatan manusia, pencemaran udara juga dapat berpengaruh pada lingkungan baik itu flora, fauna ataupun yang lebih parahnya pencemaran udara dapat menimbulkan peristiwa hujan asam. Pada flora, pencemaran udara dapat mempengaruhi pertumbuhan, seperti gangguan nutrisional yang disebabkan oleh penurunan enzim karena adanya gangguan pada proses fotosintesis dan juga dapat menyebabkan cacat visual pada flora, seperti bintik-bintik atau bahkan gagal panen.

Pada fauna dampak akan timbul jika ada interaksi polutan dengan hewan baik melalui inhalasi maupun ingesti. Pada dasarnya dampak yang ditimbulkan pada hewan hampir sama dengan manusia, bahkan pada hewan dapat berakibat fatal jika sudah terjadi penumpukkan dan menimbulkan edema pada organ.

Pada kondisi tertentu, hujan asam dapat terbentuk karena pencemaran udara yang tinggi. Oksida sulfur dan oksida nitrogen dari hasil pembakaran bahan bakar fosil akan berubah secara kimiawi di atmosfer menjadi asam sulfat dan asam nitrat. Jika konsentrasi uap air dalam jumlah yang cukup dan bergabung membentuk droplet asam sulfat, maka akan bereaksi menimbulkan hujan asam.

Oleh karena dampak yang ditimbulkan polusi udara sagatlah besar, perlu upaya preventif untuk mencegah pajanan polusi udara berdampak kepada pengendara sepeda motor.

Penggunaan masker dapat dijadikan langkah awal sebagai upaya preventif dalam rangka memerangi polusi udara, selain masker cukup efektif untuk menyaring partikel polutan yang ada diudara untuk tidak masuk kedalam sistem pernapasan manusia, masker juga sangat mudah dan nyaman untuk digunakan sehari-hariya sehingga tidak ada alasan bagi para pengendara sepeda motor untuk tidak menggunakan masker.

Selain itu masyarakat juga dapat beralih dari penggunaan sepeda motor ke penggunaan kendaraan umum yang sudah banyak menggunakan bahan bakar ramah lingkungan serta membuat pengguna tidak terpapar langsung oleh polusi udara.