Kinerja BRIsyariah Tumbuh Positif di Tahun 2018

oleh -143 views

JAKARTA – BRIsyariah berhasil membukukan kinerja yang cukup baik di tahun 2018. Di tahun 2018, BRIsyariah berhasil membukukan laba sebelum pencadangan sebesar Rp776,771 miliar, meningkat sebesar 30,35% dibanding tahun 2017. Sejalan dengan hal tersebut, asset BRIsyariah juga tumbuh sebesar 20,20% YOY menjadi Rp37,91 triliun dari Rp31,54 triliun di tahun 2017.

Kinerja positif BRIsyariah di tahun 2018 ditunjang oleh Dana Pihak Ketiga khususnya pertumbuhan dana murah (CASA) melalui pemanfaatan akses jaringan layanan haji dan payroll karyawan dan secara YOY, pertumbuhan dana murah BRIsyariah di tahun 2018 naik sebesar 24,02%.

Di tahun 2019, diharapkan pertumbuhan dana murah ini dapat terus meningkat sehingga komposisi CASA dibanding dengan total dana pihak ketiga BRIsyariah ke depan dapat menekan biaya dana dan mengoptimalkan keuntungan bagi stakeholders. Upaya pencapaian tersebut akan didorong berbagai program dan strategi yang telah disiapkan, termasuk dengan meningkatkan kerjasama payroll dengan institusi. Total, sepanjang Desember 2018, BRIsyariah telah menjalin kerjasama baru dengan berbagai institusi baik swasta, BUMN maupun satuan kerja di bawah kementrian/lembaga negara. Kepada institusi yang bekerja sama, BRIsyariah menyiapkan layanan perbankan secara lengkap baik dari sisi pendanaan maupun pembiayaan.

Nasabah tabungan payroll dapat menikmati keunggulan Tabungan Faedah BRIsyariah iB, di antaranya gratis biaya administrasi bulanan rekening payroll; gratis biaya bulanan Kartu ATM Payroll; gratis biaya tarik tunai, cek saldo, dan transfer di ATM Bersama, Prima dan ATM BRI; gratis biaya transaksi di EDC BCA dan Debit Prima. Pembiayaan yang dapat diterima oleh nasabah tabungan payroll-pun dikemas dengan berbagai program yang menarik untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasabah.

Selain tabungan payroll, dukungan terhadap ekosistem haji umrah menjadi kunci peningkatan CASA. Dukungan ini ditunjukkan tidak hanya melalui produk tabungan, tapi juga MoU dengan Al Rajhi Bank untuk remitansi yang ditandatangani pada 29 Maret 2019.

Di sisi pembiayaan, pertumbuhan pembiayaan yang memiliki profil risiko rendah merupakan pendorong utama pertumbuhan pembiayaan. Di tahun 2018 BRIsyariah menunjukan pertumbuhan pembiayaan sebesar 14,96%.
Pada tahun 2019, pembiayaan BRIsyariah akan tetap fokus pada segmen bisnis konsumer sebagai long-term key growth driver dan komersil sebagai short-term key growth driver yang diharapkan dapat menciptakan trickle down business bagi segmen bisnis lainnya termasuk konsumer. Namun di sisi lain, BRIsyariah juga akan fokus pada pengelolaan Non-Performing-Financing dan terus mengevaluasi kontrol terhadap risiko untuk menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan pengendalian risiko yang memadai.

Sinergi dengan induk pun akan terus ditingkatkan di berbagai bidang, antara lain Sumber Daya Insani dan pengembangan jaringan untuk pendalaman pasar di wilayah-wilayah “blank-spot” BRIsyariah baik di bidang pendanaan, transaksi bisnis maupun operasional guna mendukung pertumbuhan bisnis dengan cara efisien. Sinergi ini terwujud melalui Kantor Layanan Syariah atau yang disebut dengan KLS (yaitu unit kerja BRI yang melayani transaksi Syariah) yang jumlahnya akan terus bertambah. Tercatat pada bulan Desember 2018, terdapat 1.103 KLS di unit kerja BRI di seluruh Indonesia.

Sementara di platform digital BRIsyariah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah antara lain dengan pengembangan produk digital yang telah ada, melalui layanan integrasi dari Internet Banking (iBank) dan Mobile Banking andalah BRIsyariah, yaitu BRIS Online. Keduanya adalah fondasi bagi peningkatan dana murah dan pendapatan jasa BRIsyariah.