Kamis , Desember 13 2018
Home / Feature / Zakat dan Pengentasan Kemiskinan

Zakat dan Pengentasan Kemiskinan

Ilustrasi.

Penulis: Salma Mardhiyah (STEI SEBI)

Zakat sebagai rukun islam merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu dan diperuntukkan bagi mereka yang berhak menerimanya. Disamping itu zakat merupakan sumber dana potensial untuk kesejahteraan umat. Zakat sebagai salah satu ajaran Islam yang memiliki dimensi sosial yang sangat tinggi, sehingga dapat berfungsi sebagai sarana terwujudnya solidaritas sosial, pengentasan kemiskinan, dan kegiatan sosial lainnya. Sehingga zakat dapat dikatakan potensi umat untuk memberantas kemiskinan.

Perhatian Islam terhadap pengentasan kemiskinan dan fakir miskin tidak dapat diperbandingkan dengan agama samawi dan aturan ciptaan manusia manapun, baik dari segi pengarahan maupun dari segi pengaturan dan penerapan. Semenjak fajarNya baru menyingsing di kota Mekkah, Islam sudah memperhatikan masalah sosial pengentasan kemiskinan.

Fakta sejarah membuktikan di zaman Sahabat, Ummayah, dan Abbasiyah, ekonomi umat tumbuh bila potensi zakat umat digali secara optimal. Bahkan pada zaman Umar bin Abdul Aziz dalam tempo 30 bulan tidak ditemukan lagi masyarakat miskin, karena semua muzakki mengeluarkan zakat dan distribusi zakat tidak sebatas konsumtif, tetapi juga produktif. Kenyataan itu harus kita wujudkan saat ini agar kemiskinan yang menjadi musuh selama ini dapat segera diatasi.

Islam memandang kemiskinan merupakan suatu hal yang mampu membahayakan akidah, akhlak, kelogisan berpikir, keluarga, dan juga masyarakat. Islam pun menganggapnya sebagai musibah yang harus segera ditanggulangi. Maka dari itu setiap umat Islam didorong untuk menjadi pembayar zakat. Artinya, setiap orang diharapkan dapat mengambil bagian dalam pengentasan kemiskinan.

Pengelolaan dan pendistribusian zakat ang baik dan tepat sasaran akan memperbanyak muzakki dan mengurangi kemiskinan, serta kesenjangan antara si kaya dan si miskin secara signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari penerapan kewajiban zakat fitrah. Karena, tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan harus dijabarkan dan diimplementasikan dalam kehidupan ekonomi umat.

Comments

comments