Senin , November 19 2018
Home / Jabar / Depok / UI Sosialisasikan Cara Cegah Kecanduan Gawai pada Anak

UI Sosialisasikan Cara Cegah Kecanduan Gawai pada Anak

DEPOK – Upaya mendukung Kota Depok sebagai Kota Layak Anak (KLA) dilakukan Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Indonesia (UI). Melalui seminar bertajuk, Mencegah Kecanduan Gadget pada Anak Sejak Dini, UI ingin menjadi bagian upaya kampanye perlindungan anak secara konkret.

“Kegiatan ini dibagi menjadi dua bagian, di antaranya orang tua diberikan materi dalam seminar yang berisikan tentang pentingnya mencegah kecanduan gawai (gadget). Sedangkan, anak-anak diajak ikut lomba mewarnai diiringi oleh lagu lagu ceria khas anak-anak,” ujar Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Ilmu Komunikasi Fisip UI, Henny S Widyaningsih di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Senin (20/08/2018).

Dirinya menjelaskan, peran orang tua, terutama ibu sangat penting untuk mengawasi, menganjurkan, mendidik anak-anaknya sehingga mau melakukan kegiatan fisik agar tidak tergantung pada gawai. Menurutnya, para ibu harus waspada ketika anak menolak melakukan rutinitas sehari-hari dan lebih memilih bermain gawai.

“Gawai saat ini bagaikan pisau bermata dua yaitu di satu sisi sangat bermanfaat, tetapi di sisi lain juga memiliki dampak negatif, terutama pada anak-anak usia dini. Salah satu cara yang dapat membuat anak lupa akan gadget adalah dengan meluangkan waktu untuk bermain dengan anak,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Kukusan, Hasan menyambut baik adanya sosialisasi tersebut. Sebab, sosialisasi yang dilakukan Departemen Ilmu Komunikasi Fisip UI ini sejalan dengan program Kota Layak Anak yang saat ini terus diwujudkan dengan pembentukan RW Ramah Anak. Dia menyebutkan, untuk Kelurahan Kukusan telah terdapat lima RW Ramah Anak yakni RW 1, 2, 3, 5, dan 6.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Mewujudkan Kota Depok menjadi Kota Layak Anak, membutuhkan komitmen serius dari berbagai stakeholder termasuk UI yang merupakan lembaga pendidikan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari Kota Depok,” tutupnya.

Comments

comments