Jumat , Desember 14 2018
Home / Jabar / Garut / Tanam Ukhuwah Iman Warga Binaan, Rutan Garut Gelar Isra Mi’raj

Tanam Ukhuwah Iman Warga Binaan, Rutan Garut Gelar Isra Mi’raj

GARUT – Pentingnya menanam Ukwah Iman sebagai wujud akhlaq dan mental islam bagi warga binaan di Rutan Garut telah menjadi keharusan bagi kami. Hal itu itu dikatakan Kepala Rutan Kelas IIB Garut Sukarno Ali saat membuka acara Isra Miraj yang diselenggarakan Selasa (24/4).

Acara yang digelar di Aula Rutan Garut dan diikuti seluruh warga binaan, serta para petugas Polsuspas ini bertujuan melunturkan jarak pemisah antara warga binaan dengan para petugas.

“Semua membaur menjadi satu dan kami sepakat salah satu kegiatan ini mampu membius rekan rekan, baik warga binaan maupun para petugas Polsuspas. Itu adalah satu kesatuan yang saling terikat sehingga semua memunculkan rasa saling menghargai dan saling memahami posisi masing masing,” ucap Ali.

Suasana bertambah harmonis ketika Ustdz. Syaifulloh membawakan ceramah tentang hakekat Isra dan Miraj. Kata ia, Isra adalah Perjalanan maka saudara saudaraku yang ada di dalam rutan ini juga telah melakukan perjalanan hidup.

“Tidak ada jabatan atau pangkat yang membedakan diri kita di hadapan Allah, kecuali amal ibadah kita,” tutup Syaifulloh dalam ceramahnya.

Dikesempatan terpisah, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan kelas IIB Garut Hardi Yus Yudianto ketika ditemui wartawan terkait giat Ramadhan nanti, dirinya menjawab akan melakukan buka puasa bersama keluarga warga binaan.

“Kami telah merancang akan dilaksanakannya buka puasa warga binaan dengan keluarganya di dalam Rutan ini. Hal itu kami lakukan sebagai penyambung silaturahmi yang erat, psikologis dari warga binaan maupun keluarganya pasti akan sedikit demi sedikit terobati,” papar Hardi.

Kendati demikian, Hardi juga berharap kedepannya program – program yang dirancangnya bersama Kepala Rutan, Kepala KPR dan segenap rekan rekan petugas di rutan garut mampu memberikan kontribusi aktif dan menbuka pola pandang masyarakat tentang kehidupan di dalam rutan tidak menyeramkam.

“Menyulap asumsi rutan dan lapas yang menurut sebagian orang tempat menyeramkan menjadi tempat yang bisa membina kepribadian seseorang menjadi baik adalah tugas berat dan perlu proses panjang,” tutup Hardi. [Opan]

Comments

comments