Jumat , Desember 14 2018
Home / Ekonomi & Bisnis / Sukses Investasi pada Pasar Modal Syariah

Sukses Investasi pada Pasar Modal Syariah

Ilustrasi.

Setiap individu pada dasarnya memerlukan investasi yaitu berupa penanaman modal pada suatu sektor industri, karena dengan investasi setiap orang dapat mempertahankan dan memperluas basis kekayaannya yang dapat digunakan sebagai jaminan sosial di masa depan.

Pada tulisan kali ini, saya ingin mengetahui lebih dalam masalah investasi yang berbasis syariah dan konvensional, dan letak perbedaannya dalam hal tersebut seperti apa.

Investasi adalah penanaman modal, biasanya dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan.

Menurut PSAK 13, Investasi adalah suatu aktiva yang digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (accretion of wealth) melalui distribusi hasil investasi (seperti bunga, royalti, dividen dan uang sewa), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi seperti manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan.

Sedangkan investasi syariah adalah aktivitas penempatan dana yang tidak mengandung perbuatan “maysir”, “gharar”, dan “riba” pada sebuah aset atau lebih. Selain itu harus dipatuhi pula peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh fiqih tentang muamalah dan dimufakati juga diawasi oleh dewan pengawas syariah.

Lalu, apa alasan perusahaan berinvestasi? adapun alasan perusahaan berinvestasi adalah 1. Memanfaatkan kelebihan kas yang tidak terpakai, 2. Untuk mendapatkan pendapatan bunga dan deviden, atau alasan stratejik lainnya seperti : Antisipasi keadaan resesi ekonomi, Menjamin tersedianya bahan mentah, mempengaruhi direksi dan manajemen, Mengendalikan operasi dan lain-lain.

Beberapa yang membedakan antara investasi syariah dan konvensional adalah berikut 1. instrument yang diperdagangkan, untuk investasi syariah yang di perdagangkan adalah saham, obligasi syariah dan reksadana syariah saja. hal ini karena ketiga instrument ini mudah diawasi dalam hal riba, maysir dan gharar. sedangkan pada investasi konvensional, instrument yang diperdagangkan seperti saham, obligasi, reksadana, opsi, right dan waran. 2. mekanisme transaksi di pasar modal, perbedaan lainnya antara kedua jenis investasi ini adalah mengenai mekanisme transaksi yang digunakan, pada investasi syariah mekanisme transaksi nya adalah tidak mengandung transaksi ribawi atau transaksi yang terdapat unsur riba didalamnya. sedangkan pada mekanisme transaksi yang digunakan pada investasi konvensional adalah menggunakan konsep bunga yang dipastikan mengandung riba. 3. Saham yang diperdagangkan, pada investasi syariah saham yang diperdagangkan berasal dari emiten dengan memenuhi prinsip dan syarat syariah yaitu instrument transaksi yang digunakan hanya menggunakan prinsip-prinsip yang diperbolehkan dalam syariah seperti mudhorobah, musyarakah, ijarah dan istisna. sedangkan pada investasi konvensional mengandung transaksi yang bersifat manipulatif.

Dalam mengembangkan investasi pada pasar modal syariah di Indonesia ada beberapa kendala yang dihadapi. selama ini, pasar modal syariah lebih popular sebagai sebuah wacana dimana banyak bicara tentang bagaimana pasar yang disyariahkan dan dimana selama ini praktek pasar modal tidak bisa dipisahkan dari riba, maysir dan gharar. selain itu, perkembangan Jakarta Islamic Index dan reksadana syariah kurang tersosialisasi dengan baik, sehingga perlu dukungan dari berbagai pihak, khususnya praktisi dan akademisi. praktisi dapat menjelaskan keberadaan pasar modal secara pragmatis sedangkan akademisi dapat menjelaskan secara ilmiah.

berdasarkan kendala-kendala tersebut, maka strategi yang digunakan adalah dibuatnya undang-undang Pasar Modal Syariah guna mendukung keberadaan pasar modal syariah atau setidaknya ada penyempurnaan dalam UUPM No 8 Tahun 1995 sehingga diharapkan dapat semakin mendorong perkembangan investasi syariah pada pasar modal, selain itu adanya peran aktif dari pelaku bisnis atau pengusaha muslim untuk membentuk kehidupan ekonomi yang islami agar dapat memotivasi dan meningkatkan image pelaku pasar terhadap keberadaan instrument pasar modal yang sesuai dengan syariah.

Dalam dunia investasi, pasar modal merupakan salah satu alternatif terbaik untuk berinvestasi. Dalam hal ini juga termasuk pasar modal Syariah. Dengan berinvestasi secara benar di pasar modal Syariah, kita pun mendapatkan keuntungan dan berkah.

Potensi keuntungan investasi syariah adalah 1. Mendapatkan Capital Gain, adapun Keuntungan nya, saat terjadi selisih antara harga beli saham dan harga jual saham. Saat harga jual saham lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli saham, maka kita telah mendapatkan capital gain. Selisih dan pergerakan harga saham dari sebuah perusahaan bisa terbentuk dari aktivitas perdagangan di bursa saham. 2. Pembagian Dividen Kepada Para Pemegang Saham, memiliki saham sebuah perusahaan artinya memiliki sebagian dari kepemilikan pada sebuah perusahaan. Dengan demikian kita berhak untuk mendapatkan pembagian keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Pembagian keuntungan perusahaan yang diberikan kepada para pemegang saham inilah yang dimaksud dengan dividen.

Namun begitu, berinvestasi di pasar modal Syariah bukannya tanpa risiko. Investor pun harus dapat mengelola risikonya agar dapat menggapai kesuksesan di investasi pasar modal Syariah. [Dwi Rizka Maulia/STEI SEBI]

Comments

comments