Selasa , Desember 11 2018
Home / Ekonomi & Bisnis / Saatnya Mengelola SDM Bisnis Syariah Dengan Cara Syariah

Saatnya Mengelola SDM Bisnis Syariah Dengan Cara Syariah

Ilustrasi. (Istimewa)

Keberhasilan suatu perusahaan dapat dilihat dari sumber daya manusia yang mereka miliki. Karna sumber daya merupakan faktor pertama dan utama dalam proses pembangunan dan pencapaian tujuan perusahaan. SDM-lah yang menggerakan dan mengelola sehingga menghasilkan suatu barang yang memiliki nilai.

Semakin berkembangnya teknologi, dunia bisnispun ikut berkembang. Namun, di dalam dunia perekonomian sering terjadi pergejolakan. Dan akhirnya semakin banyak orang yang beralih kepada bisnis syariah. Karena, di dalam bisnis syariah tidak hanya berpacu kepada profit atau keuntungan saja,tetapi juga memperhatikan ke mashlahatan. Dan di dalam bisnis syariah telah terjadi akad diawal, sehingga menimbulkan rasa aman dan terjamin bagi kedua belah pihak.

Bisnis Syariah mempunyai peluang yang sangat besar di Indonesia, dikarenakan mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Bisnis Syariah juga merupakan solusi yang tepat untuk memperkembangan ekonomi pada masyarakat. Dimana yang mempunyai modal berkerjasama kepada orang yang mau berusaha dan keuntungan dibagi sesuai kesepakaatan. Ini dikenal dengan sistem mudharabah dalam islam.

Mengingat pentingnya sumber daya manusia dalam suatu perusahaan, maka bisnis syariah juga harus memperhatikan SDM yang berbasis syariah. Pada dasarnya Allah SWT memperbolehkan segala sesuatu dalam melakukan perniagaan atau muammalah kecuali ada dalil yang melarangnya.

Untuk membangun dan mengelola Bisnis syariah yang sesuai dengan syariat islam, maka kita harus mengelola sumber daya manusianya secara islami. Bukan hanya mencari yang berpendidikan dan berpengalaman dalam dunia bisnis saja tetapi juga mencari mereka yang siap dan bersedia untuk menjalankan bisnis sesuai syariah.

Bisnis sesuai syariah merupakan bisnis yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadits. Dan menerapkan norma-norma dan etika-etika bisnis yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. diantara sikap-sikap yang dimiliki oleh Rasulullah SAW adalah sebagai berikut :

Shidiq ( Jujur)

“Tidak dibenarkan seseorang muslim menjual satu barang yang mempunyai aib, kecuali ia menjelaskan aibnya sendiri” ( H.R. Al-Quzwani). Rasulullah SAW selalu bersifat jujur dalam berbisnis. Karna jujur merupakan sifat yang sangat fundamental dalam kegiatan berbisnis dan akan mendatangkan keberkahan.

Signifikansi sosial dalam kegiatan bisnis

Berbisnis bukan hanya untuk mencari keuntungan material semata, tetapi juga harus didasari kesadaran memberikan kemudahaan kepada orang lain dengan menjual barangnya.

Bersikap murah hati dan ramah tamah dalam melakukan jual beli

Sangat pentingnya seorang pembisnis bersikap murah hati dan ramah tamah dalam melakukan proses transaksi agar menarik peminat dan menyenangkan hati pembeli. Rasulullah SAW bersabda : “Allah mengasihi orang yang bermurah hati saat menjual, membeli, dan menagih hutang” (HR.Bukhori) . selain itu, Nabi Muhammad SAW pun mengatakan “Allah merahmati seseorang yang ramah dan toleran dalam berbisnis (HR Bukhori dan Tarmizi).

Bersih dari unsur riba

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Al-Baqarah : 275)

Tidak boleh menjelekkan bisnis orang lain, agar orang membeli kepadanya

Nabi Muhammad SAW bersabda : “janganlah seseorang diantara kalian menjual dengan maksud menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain. (HR. Muttafq’alaih)

Selain memperhatikan norma-norma dan sikap Rasulullah SAW dalam berniaga, kita juga harus menempatkan SDM pada bidang atau keahlian yang dimilikinya. Seperti yang dikatakan oleh Matshushita (Pendiri MEI/Panasoniv Corporation : “CARA TERBAIK memanfaatkan SDM bagi kemakmuran dan kebahagiaan adalah dengan kita harus BENAR-BENAR TAHU APA ITU MANUSIA. Jika seseorang ingin memelihara kambing , dia harus belajar tentang sifat kambing. Jadi, dengan rendah hati, saya ingin belajar tentang sifat manusia”.

Untuk mengelola sumber daya insani,. Kita terus meningkatkan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman tentang bisnis yang sesuai dengan syariah seperti kajian seputar ekonomi islam, pelatihan, workshop, dan sebagainya.

Karakter syariah yang telah melekat pada sumber daya insani akan membantu mereka menjalankan konsep syariah pada bisnis yang sedang dijalaninya. Mereka tidak akan takut untuk bersaing pada dunia perbisnisan, tidak akan berlaku curang, dan selalu memperhatikan mashlahat banyak orang. (Silmi Safira)

Comments

comments