Kamis , Desember 13 2018
Home / Jabar / Cianjur / RSUD Cianjur Masih Kekurangan Tenaga Dokter Spesialis

RSUD Cianjur Masih Kekurangan Tenaga Dokter Spesialis

RSUD Cianjur. (Istimewa)

CIANJUR, jabarpos.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, Jawa Barat, masih kekurangan tenaga dokter spesialis untuk melayani pasien yang menumpuk setiap harinya dan untuk meningkatkan status akreditasi.

Demikian ditegaskan Direktur Utama RSUD Cianjur, Ratu Tri Yulia, di Cianjur, Senin, yang mengatakan adanya temuan dari Wakil Bupati Cianjur terkait dokter penyakit dalam yang tidak ada di ruang layanannya bukan karena terlambat atau tidak datang karena masih melayani pasien di klinik dan ruangan rawat inap.

“Saat sidak ketika itu, sebagian besar dokter spesialis masih berada di dalam ruangan rawat inap untuk memeriksa pasien, padatnya pasien membuat pemeriksaan di rawat inap lebih lama karena melihat tingkat daruratnya sehingga haris disegerakan yang di rawat inap dibandingkan rawat jalan,” katanya.

Selanjutnya, ungkap dia, dilakukan pola pelayanan berbeda, dimana ketika antrean di poliklinik dan layanan rawat jalan, dokter akan segera kembali ke tempatnya di tempat pelayan. “Setelah selesai, nanti ke rawat inap lagi untuk memeriksa pasien,” katanya.

Dia menuturkan, adanya pembagian dan antrean┬┐ di pusat pelayanan karena jumlah dokter spesialis dan dokter umum yang ada di rumah sakit tersebut masih kurang.”Kami sudah mengusulkan penambahan dokter spesialis tersebut, namun belum terealisasi,” katanya.

Saat ini jumlah dokter spesialis di RSUD Cianjur sebanyak 30 orang, namun idealnya engan kondisi sekarang dan rencana peningkatan akreditasi, dokter spesialis harus mencapai 49 orang.”Jadi masih kurang 19 orang dokter spesialis seperti dokter anak, penyakit dalam dan lain-lain,” katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan penambahan dokter spesialis ke Kementerian Kesehatan, namun yang terlebih dulu diakomodir RSUD Cimacan dengan penambahan dokter spesialis sebanyak lima orang.

“Pendaftarannya kan online, jadi se-Indonesia. Tiap tahun pasti kami ajukan, namun tahun ini tidak ada penambahan, tetap dengan komposisi yang sama. Tahun ini kami akan mengajukan lagi untuk penambahan di 2018, meksipun nanti realisasinya tidak sesuai kebutuhan,” katanya.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, peningkatan pelayanan di RSUD Cianjur, memang perlu ditingkatkan, terlebih dengan adanya rencana RSUD Cianjur jadi strokte center. Tenaga medis perlu ditambah untuk memenuhi kebutuhan dan pelayanan.

“Harapan kami tahun depan ada penambahan dokter spesialis di RSUD Cianjur. Sehingga pengajuannya harus dipercepat agar dapat mendahului RSUD lain di Indonesia,” katanya. []

Comments

comments