Kamis , Desember 13 2018
Home / Ekonomi & Bisnis / “Ramadhan Efect” Terhadap Pasar Modal

“Ramadhan Efect” Terhadap Pasar Modal

Oleh : Lina Herlina

Investasi dalam islam merupakan kegiatan muamalah yang sangat dianjurkan. Selain untuk berjaga-jaga atas kebutuhan yang tak terduga dimasa yang akan datang, dengan berinvestasi harta yang dimiliki menjadi produktif. Perintah untuk berinvestasi dalam Al-Qur’an terkandung dalam Surah Yusuf ayat 46-49 yang mengisahkan mimpi raja Firaun yang ditakwilkan akan datang suatu masa paceklik yang panjang sehingga harus bercocok tanam untuk sedikit dimakan dan sebagiannya untuk disimpan sebagai persediaan. Untuk mengimplementasikan seruan investasi tersebut maka harus diciptakan suatu sarana untuk berinvestasi. Banyak pilihan orang untuk menanamkan modalnya untuk berinvestasi, salah satu bentuk investasi adalah menanamkan hartanya di pasar modal.

Pasar modal pada dasarnya merupakan pasar untuk berbnagai instrumen keuangan atau surat-surat berharga jangka panjang yang bisa diperjual belikan baik dalam bentuk utang maupun modal. Institusi pasar modal syariah merupakan salah satu penjawantahan dari seruan Allah tentang investasi. Pasar modal mrupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian dunia saat ini. Investasi dalam islam selain sebagai pengetahuan juga bernuansa spiritual karena menggunakan norma syariah,

Dalam berinvestasi, seorang investor harus mengamati factor-faktor yang berpengaruh terhadap pergerakan harga saham baik factor internal maupun eksternal. Factor internal seperti kondisi perusahaan, potensi pertumbuan perusahaan, prospek perusahaan, dan kenaikan deviden. Artikel ini akan membahas salah satu factor eksternal yaitu Efek bulan ramadhan atau sering dikenal dengan nama Ramadhan Efect yang mungkin mempengaruhi pergerakan harga saham suatu peusahaan dan prilaku investor di pasar modal dalam menentukan pilihan untuk menjual atau membeli saham.

Kondisi yang terjadi di Indonesia selama bulan Ramadhan, yaitu cenderung terjadi peningkatan harga bahan pokok. Selain itu perusaaan tranportasi seperti jasa marga juga akan mengalami peningkatan penumpang yang berpuluh kali lipat, yang berdampak pada peningkatan return saham yang terjadi selama bulan Ramadhan yang mengindikasikan terdapat anomali bulan Ramadhan, yang kemudian akan berdampak pada kenaikan harga saham. Namun kenaikan harga saham pada bulan ramadhan juga akan mempengaruhi pembelian dan penjualan saham oleh investor.

Menurut akmal dan abasi (2010) pada umumnya persepsi masyarakat terhadap bulan ramadhan adalah mengenai naiknya tingkat harga barang terutama produk makanan, pakaian dan hadiah. Pengaruh bulan ramadhan terhadap return saham terjadi pada beberapa sektor tertentu. Yaitu pada index consumer goods, mining dan JII. Pada sektor consumer goods sehari sebelum hari raya mengalami penurunan return sedangkan pada sektor mining dan JII mengalami kenaikan return.

Disatu sisi, Pada bulan ramadhan konsumsi masyarakat akan meningkat. Meningkatnya belanja barang dan jasa akan berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan, sehingga nilai perusahaan akan meningkat yang akan meningatkan harga saham. Artinya, untuk sebagian investor, sebelum ramadhan tiba adalah moment yang baik untuk membeli saham. karena sebagian investor percaya harga saham dari emiten-emiten tersebut selama bulan ramadhan akan bergerak naik. Sehingga para investor memiliki keinginan untuk membeli saham-saham dari perusahaan tersebut dikarenakan memiliki persepsi serta optimisme bahwa selama bulan Ramadhan akan memperoleh return yang positif yang didasarkan pada informasi bahwa selama bulan Ramadhan terdapat perilaku masyarakat yang lebih konsutif sehingga pasar lebih bergairah.

Kondisi sebaliknya, terdapat investor yang justru cenderung tidak berinvestasi bahkan melakukan penjualan saham menjelang ramadhan. Dikarenakan pada bulan ramadhan kebutuhan akan keuangan yang diakibatkan dari harga bahan pokok yang cenderung meningkat serta kegiatan jalan-jalan liburan panjang/ mudik, dan kebutuhan lainnya yang memaksa investor harus menjual saham nya sebelum ramadhan tiba untuk mendapat deviden untuk mencukupi kebutuhan. Maka pada persepsi ini, untuk sebagian investor, ketika ramadhan tiba adalah moment untuk menjual sahamnya untuk mencukupi kebutuhan bulan Ramadhan.

Maka dapat disimpulkan pengaruh ramadhan atau Ramadhan Efect terhadap pasar modal tidak terlalu signifikan secara menyeluruh terhadap perusahaan di bursa efek, namun tidak dapat dipungkiri pada beberapa perusahaan consumer goods dan perusahaan yang termasuk JII memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Karena terdapat dua sisi kondisi investor dalam menghadapi ramadhan efect yang menimbulkan perspktif yang berbeda, ada yang memanfaatkan ramadhan sebagai peluang dengan optimis melihat pergerakan harga saham akan meningkat, maka akan memutuskan untuk membeli saham sebelum bulan ramadhn tiba. Namun ada kondisi lain yang menyebabkan perspektif yang berbeda bahwa sebelum ramadhan adalah saat yang tepat untuk menjual saham untuk mencukupi kebutuhan Ramadhan.

Pada dasarnya pergerakan harga saham adalah sebuah persepsi, karena harga saham yang fluktuatif bisa naik bisa juga turun, hanya bagaimana cara menganalisa kapan waktu yang tepat untuk membeli dan kapan waktu yang tepat untuk menjual saham.

Comments

comments