Kamis , Desember 13 2018
Home / Opini / Pohon Masuk dalam Kartu Keluarga

Pohon Masuk dalam Kartu Keluarga

Ilustrasi. (Istimewa)

Judul diatas terinspirasi dari komika Abdur Arsyad yang menyarankan program penghijauan “Pohon menjadi keluarga” yang memasukkan nama-nama pohon dalam kartu keluarga sehingga keluarga tersebut merawat pohon sampai besar.

Pohon adalah salah satu solusi dari masalah air yang ada saat ini, bersamaan dengan tema internasional hari air dunia yang akan berlangsung tanggal 22 maret 2018 lalu “Nature for Water” yang diadaptasi menjadi “Manfaatkan Alam Untuk Kelestarian Air” untuk tema nasional di Indonesia.

Hasil survei ekonomi nasional BPS bulan maret tahun 2017 terdapat 42,27 persen rumah tangga yang tidak pernah menanam atau memelihara tanaman dirumah dan hanya 18,74 persen yang selalu menanam atau memelihara tanaman dirumah, selebihnya 23,75 persen menyatakan kadang-kadang dan ada 15,24 persen yang menyatakan sering menanam atau memelihara tanaman dirumah.

Jika kita mau menjadikan tanaman menjadi bagian yang penting layaknya keluarga maka kita dapat ikut berkontribusi menjadi solusi dari permasalahan air. Kondisi air di Indonesia khususnya air sungai mutunya hampir seluruhnya cemar berat, Statistik Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2016, selain itu curah hujan di Indonesia yang dapat mencapai 2.500 mm pertahun (Worldbank, 2015) yang seharusnya menjadi sumber daya malah menjadi ancaman dikarenakan kurangnya pepohonan yang dapat menahan air, tampungan air yang tidak memadai baik dari tampungan sumber-sumber air yang alami seperti sungai dan danau maupun buatan seperti bendungan/waduk dan embung.

Namun pemerintah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya seperti Rencana Strategis 2015-2019 Direktorat Jendaral Sumber Daya Air, Kementerian PUPR yang menargetkan pada tahun 2019 meningkatkan kapasitas tampung air sebesar 2,8 persen dari 50 meter kubik perkapita menjadi 56,56 meter kubik perkapita. Selain itu keputusan presiden RI Nomor 24 Tahun 2008 yang telah menetapkan tanggal 28 Nopember sebagi Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan bulan Desember sebagai bulan Menanam Nasional.

Pemerintah telah melakukan perannya, kita sebagai masyarakat bisa mengambil peran sederhana seperti ikut menanam tanaman disekitar rumah kita dan merawat dengan layaknya sebagai keluarga kita sendiri sebagai rasa tanggungjawab terhadap air yang sudah kita gunakan agar generasi setelah kita dapat menikmati apa yang kita rasakan saat ini, meninggalkan air yang bersih bagi mereka.

Pepohonan memiliki peran antara lain menyerap dan melepaskan ke atmosfer (rata-rata 250-400 galon atau lebih dalam satu hari), mengurangi banjir dengan mencegat sekitar 1.000 galon air pertahun perpohon dewasa, meningkatkan kualitas air dengan menyaring partikulat sehingga tidak masuk ke sungai, danau atau sumber air lainnya dan banyak fungsi lainnya (gatewaygreen.org)

Pengetahuan adalah salah satu pendorong untuk kita melakukan suatu tindakan, pengetahuan terkait manfaat pohon akan menyadarkan kita bahwa perilaku sederhana yang kita lakukan, menanam pohon dan merawatnya layaknya keluarga adalah kontribusi kita bukan hanya untuk lingkungan sekitar namun juga bagi dunia. Thomas Fuller menyatakan bahwa “He that plants trees loves others besides himself”.
Selamat berkontribusi bagi sekitar dan ketika anda sudah melakukannya nanti ajaklah keluarga dan teman anda untuk melakukan hal yang anda lakukan.

Winda Sartika Purba
Statistisi Pertama Subdirektorat Statistik Lingkungan Hidup,
Badan Pusat Statistik

Comments

comments