Kamis , Desember 13 2018
Home / Ekonomi & Bisnis / Perjuangan Panjang Priyadi Abadi Memasyarakatkan Wisata Muslim

Perjuangan Panjang Priyadi Abadi Memasyarakatkan Wisata Muslim

Priyadi Abadi, Chairman Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) sekaligus CEO AdindaAzzahra Tour.

Indonesia dengan penduduk mayoritasnya Muslim terbesar di dunia menjadi potensi besar dan daya tarik sendiri untuk digarap menjadi wisata Muslim, baik di nusantara maupun destinasi mancanegara. Namun sayang, selama puluhan tahun berkiprah di dunia industri pariwisata, layanan perusahaan jasa travel masih belum banyak memberikan ruang bagi umat Islam untuk bisa menikmati fasilitas yang sesuai dengan syariat Islam.

H. Priyadi Abadi, M.Par, dia salah satu perintis dan penggiat wisata muslim di tanah air. Keterlibatannya dalam edukasi tentang wisata muslim di mancanegara telah melahirkan beberapa komunitas yang concern terhadap travel muslim di negeri ini. Semua itu ia lakukan agar wisatawan benar-benar terakomodasi dengan baik tentang travelling muslim.

“Awalnya, dari keprihatinan saya melihat pelayanan travel umum di Indonesia untuk para muslim kurang memikirkan masalah makan, shalat dan tidak ada kunjungan ke masjid,” ucapnya saat ditemui di kantornya di wilayah Jakarta Timur, Jum’at (10/8).

Berbekal pengalaman dan penghasilan selama bekerja di agen travel umum dengan jaringan yang luas, Priyadi memutuskan untuk merintis usaha mandiri travel muslim. Keinginan tersebut tercapai dengan berdirinya Adinda Azzahra Tour.

Fouder & Chairman Indonesia Islamic Travel Communication Forum (IITCF) ini juga menjelaskan, bukan tanpa kendala saat berada di negara non muslim yang minim fasilitas kebutuhan muslim. Seperti mencari makanan halal dan minimnya tempat ibadah. Namun seiring perjalanan waktu, semua itu perlahan kita dipenuhi.

Bukan tanpa rintangan saat merintis bisnis ini, banyak rekan seprofesi meragukan langkah Priyadi. “Tantangan internal kita adalah sesama travel muslim, membuka wawasan mereka susah sekali, mereka sudah lama di comfort zone nya yaitu umroh dan haji, sementara untuk membuka destinasi wisata muslim misalkan ke jepang, eropa itu harus belajar lagi. Ya memang itu semua tidak bisa instan, pasti bertahap untuk menimbulkan kesadaran diri bahwa itu adalah kewajiban mereka menyediakan fasilitas makanan halal, fasilitas tempat sholat, dan sebagainya sebagai penyelenggara biro perjalanan wisata,” paparnya.

Berikutnya adalah ia ingin merubah mindset masyarakat, bahwa selama ini mindset masyarakat bahwa kalau pergi ke negara diluar destinasi Umroh dan Haji misalkan Eropa atau Amerika pasti akan pesan ke travel umum, . “Memang ini tidak mudah dan butuh waktu untuk menumbuhkan rasa percaya masyarakat bahwa travel Muslim pun mampu membuat paket wisata diluar Umroh dan Haji,” ujarnya.

“Saya sedang kampanye wisata muslim yg biasa kita sebutnya bertadabur alam, untuk mengubah mindset masyarakat yang sudah terbentuk adalah travel muslim itu umroh dan haji, travel umum ya umum, jadi kita ingin memberikan informasi dan menanamkan rasa kepercayaan bahwa travel muslim mampu menyelenggarakan destinasi diluar umroh dan haji , dengan membekali SDM travel muslim dengan pengetahuan yang mumpuni yang tidak kalah dengan travel umum,” kata Priyadi Abadi.

Maka melalui Adinda Az-Zahra dirinya telah mampu mengantarkan wisatawan muslim untuk berkunjung ke berbagai benua di dunia mengunjungi destinasi wisata muslim di negara-negara non muslim. [Diah Ayu Pitaloka]

Comments

comments