Kamis , Desember 13 2018
Home / Ekonomi & Bisnis / Peran Fintech Terhadap Pertumbuhan Filontropy Syariah di Indonesia

Peran Fintech Terhadap Pertumbuhan Filontropy Syariah di Indonesia

Ilustrasi. (Istimewa)

Peran pembiayaan dalam pertumbuhan filontropy syariah di indonesia sangatlah penting, karena adanya beberapa yang menjadi masalah di indonesia yang tidak boleh dibiarkan dan harus cepat ditangani, salah satu masalahnya adalah kemiskinan dan diharapkan dengan hadirnya pembiayaan yang sudah memadai dapat mengatasi masalah yang ada, tapi sebelumnya mari kita lebih jauh mengenal apa itu fintech/pembiayaan.

Perkembangan jaman yang begitu cepat membawa dampak yang luarbiasa dalam masalah teknologi, jika berbicara mengenai teknologi tentu teknologi yang ada di jaman 90an sudah jauh berbeda dengan jaman sekarang yang sudah serba canggih, di era modern seperti sekarang ini peran pembiayaan yag ada sudah menggunakan teknologi atau disebut juga fintech “Financial technology” sangat berkembang pesat, apalagi didorong dengan sudah maraknya penggunaan I phone di kehidupan sehari-hari, hampir sekitar 132 juta orang di indonesia mempunya alat pintar ini dan hampir sekitar 40%nya aktif di media sosial, financial technology ini mengalami perkembangan dari jaman ke jaman, dimulai dari tahun 1866-1967 ini bisa dikatakan sebagai generasi awal, terus di sambung tahun 1967—2000 sebagai generasi kedua dan dilanjutkan tahun 2000-sekarang, tentunya peluang peluang diatas harus dimanfaatkan dengan benar supaya menjadi peluang yang menguntungkan, terarah dan tentunya peluang-peluang diatas harus dimanfaatkan dengan benar supaya menjadi peluang , terus selanjutnya bagaimana peran fintech ini terhadap pertumbuhan filontropy di indonesia sendiri,?

Di indonesia sendiri sudah banyak perusahaan pembiayaan yang suadah menggunakan teknologi modern sebagai sistem pendorongnya, diantara perusahaan ini adalah perusahaan yang bergerak dalam mengatasi permasalahan keumatan, misalkan kita bisa, gandeng tangan, crowd funding dan lainnya.

Adapun peran fintech di indonesia, yang pertama mendorong pemerataan tingkat kesejahtraan penduduk, yang kedua membantu pemenuhan kebutuhan pembiayaan dalam negeri yang masih sangat besar, dan yeng ketiga mendorong distribusi pembiayaan nasional yang belum merata di 17.000 pulau di indonesia.

Jika melihat peran fintech diatas dengan permalahan yang ada , salahsatunya kemiskinan di indonesia, dimana per tahun 2016 maret dari total sekitar 262 juta jiwa di indonesia sekitar 27,82% masih berada di garis kemiskinan.

Jika melihat perolehan dari laznas dari potensi yang ada contonya di zakat, denga potensi zakat yang ada sekitar 217 T, dan sayangnya potensi zakat yang ada tidak berbanding lurus dengan pengumpulannya yang hanya dapat terkumpul sekitar 7 T saja, belum lagi dana wakaf , jika pengumpualan dapat di efektipkan dengan potensi zakat yang ada sekitar 217 T ditambah potensi wakaf sekitar 377 T ini seharusnya dapat mengatasi masalah masalah yang ada, salahsatunya kemiskinan di negeri kita, dan kita harus belajar kepada negara-negara yang sudah berhasil menerapkan sistem ini, salahsatunya turki, saya yakin dengan adanya kesadaran, kedermawanan dan di dukung dengan sistem yang ada maka permasalahanpun dapat diatasi, disinilah pentingnya sinergi antara sistem yang ada dengan sdm yang dermawan.

Salah satu sistem yang ada dalam model pembiayaan ini adalah crwodfunding, inilah salah satu sistem yang dipercayai sebagai sistem yang dapat membantu dalam mengentaskan masalah masalah yang ada, tentunya dengan sistem syariah. [Dudi Supriadi/STEI SEBI]

Comments

comments