Senin , November 19 2018
Home / Feature / Pengembangan Kepatuhan Kerangka Kerja dan Program Audit Syariah di Malaysia

Pengembangan Kepatuhan Kerangka Kerja dan Program Audit Syariah di Malaysia

Audit kepatuhan syariah dilakukan untuk memungkinkan komite Syariah dalam menyatakan pendapat bahwa operasi Islamic Financial Institutions dilakukan sesuai dengan fatwa, keputusan dan pedoman yang dikeluarkan oleh Dewan Pengawas Syariah Lembaga Keuangan Islam, standar Akuntansi dan Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOFI), standar akuntansi nasional dan praktik serta peraturan yang relevan diterapkan di negara di mana lembaga Keuangan Islam beroperasi. Tinjauan syariah ini merupaka pemeriksaan sejauh mana kepatuhan lembaga keuangan Islam dalam semua kegiatannya. Pemeriksaan ini meliputi kontrak, perjanjian, kebijakan, produk, transaksi, M & A, laporan keuangan, laporan dan surat edaran.

Tujuan dari tinjau ini merupakan untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh lembaga keuangan Islam tidak bertentangan dengan Syariah. Di Malaysia tanggung jawab Penasihat Syariah memastikan bahwa semua produk layanan dan kebijakan yang terkait merupakan perjanjian Instrumen Islami sesuai dengan aturan dalam prinsip Syariah. Dalam hal pelaporan, Dewan Penasihat syariah akan menyiapkan opini yang tertulis dalam laporan keuangan tahunan sehubungan dengan kepatuhan Syariah.

Lembaga Keuangan Islam harus mengadopsi saran dari Dewan Penasihat Syariah yang berkaitan dengan kebijakan perjanjian, dan memastikan bahwa semua dokumen produk divalidasi. Menyediakan akses ke dokumen yang relevan, sumber daya yang cukup untuk Dewan Penasihat Syariah dalam hal alokasi anggaran, bahan referensi dan pelatihan serta memberi imbalan kepada Dewan Penasihat Syariah sebagaimana mestinya.

Namun demikian, di Malaysia tidak ada audit syariah eksternal yang dipaksakan berada di Lembaga Keuangan Islam. Pihak regulator Malaysia belum membuat kewajiban tentang Audit Kepatuhan Syariah eksternal, hanya ditempatkan secara internal atau hanya beberapa dari Lembaga Keuangan Islam yang mungkin secara sukarela menunjuk perusahaan Dewan Penasihat Syariah untuk meninjau kembali masalah Syariah. Alasannya, di Malaysia tidak ada standar kerangka Audit Kepatuhan Syariah yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam menerapkan ketentuan Syariah eksternal audit di Lembaga Keuangan Islam.

Kerangka kerja standar untuk Audit Kepatuhan Syariah sangat penting dalam memastikan harmonisasi praktik Syariah di Lembaga Keuangan Islam. Pengembangan program audit Syariah juga penting untuk memastikan prosedur (Maqasid Shariah) dari setiap produk di Lembaga Keuangan Islam yang sedang diikuti.

Kerangka Kerja Audit Kepatuhan Syariah dan Program Audit untuk produk-produk Lembaga Keuangan Islam dapat mengurangi risiko ketidak patuhan Syariah. Kepatuhan Syariah sangat penting untuk operasi Lembaga Keuangan Islam dan persyaratan kepatuhan seperti itu harus menyebar ke seluruh Organisasi, produk serta kegiatan mereka. Karena sebagian besar penyedia dana menggunakan operasi Syariah-Compliant sebagai masalah prinsip.

persepsi mereka mengenai kepatuhan Lembaga Keuangan Islam terhadap aturan dan prinsip Syariah sangat penting untuk keberlanjutan. Dalam hal ini, kepatuhan Syariah dianggap dalam kategori prioritas yang lebih tinggi dalam kaitannya dengan risiko yang teridentifikasi lainnya.

Menurut Engku Rabiah Adawiah (2007) ada 7 bagian dari Kepatuhan Syariah yang harus dipenuhi:

  • Permulaan dan Konseptualisasi instrumen Islam
  • Penataan produk sesuai dengan Syariah
  • Dokumentasi hukum
  • Eksekusi Islam dan pelaksanaan instrumen
  • Audit dan review
  • Merestrukturisasi (jika dibutuhkan)
  • Pemulihan mekanisme dan penyesaian sengketa

Tetapi saat ini proses kepatuhan syariah yang sedang berjalan di Malaysia baru 3 aspek. Yaitu, permulaan dan konseptualisasi produk Islami, penataan aturan, prinsip sesuai dengan Syariah, dan prosedur dokumentasi hukum. Empat bagian lainnya masih dalam proses yang sedang berlangsung.

Untuk memberikan pedoman kepada auditor syariah eksternal dan internal, program audit langkah demi langkah yang komprehensif sangat penting untuk memastikan pengoperasian Lembaga Keuangan Islam yang dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah. Program Audit Syariah dapat dirancang untuk membuktikan operasi bisnis lembaga keuangan islam serta nilai-nilai yang dipraktekkan di Iembaga keuangan Islam melalui observasi dan wawancara.

Oleh: Darsini (Mahasiswi STEI SEBI)

Comments

comments