Kamis , Desember 13 2018
Home / Ekonomi & Bisnis / Pengawasan Syariah Terhadap Lembaga Keuangan Syariah

Pengawasan Syariah Terhadap Lembaga Keuangan Syariah

Salah satu tujuan dari lembaga keuangan syariah adalah untuk mengimplementasikan syariah Islam ke dalam transaksi bisnis melalui pengawasan syariah. Maka peran, posisi hierarki, tujuan serta fungsiDewan Pengawas Syariah (DPS) pada lembaga keuangan syariah penting untuk dikaji serta dievaluasi.

Lembaga keuangan syariah saat ini sudah banyak berkembang diberbagai negara. Diantaranya adalah Bank, perusahaan asuransi, reksa dana dan obligasi syariah. Lembaga-lembaga tersebut diatur oleh bank sentral dan juga regulator lainnya. Secara kasat mata lembaga keuangan syariah menyediakan produk yang mungkin tampak serupa dengan produk dari lembaga keuangan konvensional, akan tetapi sangat berbeda dalam hal konsep dan aplikasi.

Lembaga keuangan syariah memperoleh prinsip-prinsip pelaksanaannya yang bersumber dari Syariat Islam, oleh karenanya dalam melaksanakan kegiatannya mereka diawasi oleh dewan pengawas syariah. Namun, sampai dengan saat ini, tidak ada definisi standar terkait pengawasan syariah itu sendiri. Dan para pakar syariah memiliki perspektif yang berbeda dalam mendifinisikan pengawasan syariah.

Samy Narhan dari New York Institute Of Technology dan Chris Pierce dari Global Governance Serive, UK mendefinisikan serta menyimpulkan empat aktivitas kunci dewan pengawas syariah yaitu merevisi anggaran dasar dan semua kebijakan internal, mengeluarkan fatwa sebelum merilis prosuk ke publik untuk memastikan kepatuhan produk tersebut terhadap syariah, meninjau produk dan kontrak baru selama pelaksanaannya untuk memastikan kepatuhan produk tersebut terhadap syariah dan melaporkan opini syariah kepada pihak-pihak terkait.

Pada pelaksanaannya, DPS membawa beberapa manfaat. Akan tetapi lembaga keuangan syariah juga mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan dari pengawasan syariah tersebut. Sisi menguntungkan dari pengawasan syariah diantaranya adalah kontrol atas lembaga keuangan syariah, bimbingan kepada manajemen dan tata kelola perusahaan yang lebih baik. Di sisi lain, biaya pengawasan syariah termasuk remunerasi tetap dan pengurangan dalam investasi LKS. Selain itu, pengawasan syariah memiliki otoritas tinggi untuk membatakan produk atau investasi apa pun yang tidak sesuai dengan prinsip syariah, yang terkadang menghilangkan LKS dari investasi potensial dan mengurangi pangsa pasarnya.

Dewan pengawas syariah memiliki posisi yang berbeda pada masing-masing negara. Pada beberapa negara merumuskan DPS di dalam bank sentral untuk memantau LKS dalam melakukan pengawasan syariah. Namun ada juga negara yang merumuskan DPS di luar bank sentral.

Pengawasan syariah memainkan peran penting dalam tata kelola lembaga keuangan syariah. Dewan pengawas syariah memiliki arti penting untuk memastikan bahwa kegiatan lembaga keuangan syariah adalah sesuai dengan syariah Islam, pengawasan kepada manajemen serta memberi mereka panduan. (Muhammad Rijalul Afif)

Comments

comments