Kamis , Desember 13 2018
Home / Opini / Pengaruh Bank Syariah Terhadap Perekonomian Nasional

Pengaruh Bank Syariah Terhadap Perekonomian Nasional

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh Hana Mufidah, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI

Perbankan adalah salah satu mesin penggerak ekonomi nasional.Indonesia mulai melakukan deregulasi perbankan pada 1983,saat itu Bank Indonesia memberikan keleluasan kepada bank untuk menetapkan suku bunga. Dengan adanya kebijakan ini pemerintah berharap akan tercipta kondisi bank yang efesien dan kuat dalam menopang perekonomian.

Masih pada 1983,pemerintah Indonesia berencana menerapkan sistem bagi hasil dalam perkreditan yang merupakan konsep dari perbankan syariah. Pada awal operasinya,keberadaan bank syariah belum mendapatkan perhatian yang optimal dalam tatanan sektor perbankan nasional.

Landasan hukum operasi bank yang menggunakan sistem syariah,saat itu hanya diakomodir dalam salah satu ayat tentang “bank dengan sistem bagi hasil” pada UU No.7 Tahun 1992; tanpa rincian landasan hukum syariah serta jenis-jenis usaha yang diperbolehkan.

Bank Syariah memiliki keunggulan diberbagai produk dan ragam pembiayaan yang dapat dinikmati nasabah.Ada berbagai macam akad yang dapat digunakan nasabah untuk melakukan transaksi di Bank Syariah.Selain itu,margin atau bagi hasil antara nasabah dan pihak bank tidak akan berubah sejak awal ditetapkan.Keunggulan pembiyaan syariah tidak ada biaya provisi,margin atau bagi hasil.Produk konvensional dan syariah memang hampir sama hanya saja yang membedakannya akad dan bagi hasil.

Bank Dunia merilis laporan kondisi ekonomi Indonesia bahwa Prediksi Bank Dunia terhadap pertumbuhan Indonesia 2018 tidak berubah yakni 5,3%.Permintaan dalam negeri yang tinggi juga akan meredam kontribusi ekspor.Kenaikan impor juga diyakini lantaran kebijakan perampingan proses impor.Bank Dunia juga memprediksi inflasi tahun ini akan berada dikisaran 3,5%.Sementara neraca transaksi berjalan minus 1,9%.

Sementara pada kuartal IV 2017,Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2%,sehingga secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2017 mencapai 5,1% didorong oleh investasi yang lebih tinggi.Hal itu juga sejalan dengan pemulihan harga komoditas,pertumbuhan ekonomi global dan arus perdagangan yang lebih tinggi.

Ekonomi juga sulit tumbuh karena investasi terhambat regulasi yang tumpang tindih.Saat ini,terdapat 11 undang-undang tentang perizinan investasi yang menjadi pegangan beberapa kementerian,UU itu mengatur sejumlah syarat investasi.

Pada mulanya,kemunculan bank syariah dipicu oleh keinginan adanya jasa keuangan yang sesuai prinsip syariah yang membangun suatu sistem perbankan tanpa praktik riba (bunga), maysir (perjudian), dan gharar (ketidakpastian),serta praktik lain yang tidak sesuai dengan prinsip Islam.

Perkembangan perbankan syariah juga didorong oleh keinginan umat muslim untuk beraktivitas ekonomi dan keuangan seharihari sesuai dengan tuntunan syariah yang dikenal dengan konsep muamalah,serta sebagai bentuk jalan keluar bagi siklus krisis periodik yang dipicu oleh perilaku buruk dalam berekonomi yang abai terhadap etika, agama, dan nilai-nilai moral, yang tidak hanya ada dalam ajaran Islam tetapi juga secara substansi muncul pada ajaran agama-agama lainnya (Roadmap Perbankan syariah 2015-2019).

Potensi Sektor Jasa Keuangan Syariah Indonesia termasuk sangat besar bagi pertumbuhan SJK syariah,terlebih lagi dominasi jumlah penduduk muslim sebanyak 88,1% dari penduduk Indonesia.Secara global, 12,7% muslim dunia ada di Indonesia dan merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.Di antara negara-negara berpenduduk mayoritas muslim,berdasarkan Islamic Finance Index,Indonesia termasuk dalam sepuluh besar negara yang dianggap memiliki lingkungan yang mendukung bagi pengembangan sektor jasa keuangan syariah (MPSJKI 2015-2019).

Keuangan syariah secara umum dan perbankan syariah secara khusus berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Ditinjau dari potensi dan posisinya,kontribusi perbankan syariah diproyeksikan mampu berkembang lebih pesat lagi.

Untuk dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan perbankan syariah, dibutuhkan suatu kebijakan yang tepat.Selama ini pengetahuan mengenai peran dan kontribusi perbankan syariah di Indonesia masih sebatas ranah hubungan kausalitas yang dipandang belum cukup, sehingga dibutuhkan analisis yang lebih dalam untuk menentukan kebijakan yang tepat bagi Indonesia.

Pertumbuhan Ekonomi

Dari tahun ke tahun, perbankan syariah semakin banyak berkembang.Perbankan syariah dengan ukuran aset yang kecil lebih dominan dibandingkan dengan perbankan syariah yang berukuran besar.

Omar Masood,Ghulam Shabbir Khan Niazi,Noryati Ahmad, (2011) menemukan bahwa ukuran bank syariah ternyata memiliki hubungan dengan stabilitas.Bank syariah yang lebih kecil cenderung lebih stabil dibandingkan dengan bank yang besar.Tetapi, penelitian tersebut juga menemukan bahwa bank yang lebih besar memiliki sumber pendapatan yang lebih banyak.

Berkembangnya keuangan syariah secara umum dan per­bankan syariah secara khusus sedikit banyak memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.Bentuk hubungan tersebut adalah hubungan kausalitas,yang lebih maju dibandingkan dengan hubungan korelatif.

Dengan adanya perbankan syariah dapat menekankan pada peningkatan produktivitas menggunakan konsep sistem berbasis aset dan produksi sebagai ide utamanya.Salah satu produknya adalah Mudharabah dan Musyarakah yang menggunakan konsep pembiayaan sehingga sektor riil dan sektor keuangan akan bergerak secara seimbang.Akibatnya semakin tumbuh perbankan syariah maka akan semakin besar kontribusinya terhadap kinerja dan pertumbuhan ekonomi.Jumlah kemiskinan dan pengangguran secara langsung akan teratasi melalui kinerja ekonomi yang baik.

Seperti tulisan Hajer Zarrouk,Teheni El Ghak, Elias Abu Al Haija, (2017) pada penelitiannya menemukan bahwa hubungan kausalitas satu arah terjadi dari sektor finansial ke pertumbuhan ekonomi.Sedangkan pada keuangan syariah yang terjadi adalah pertumbuhan ekonomi yang menyebabkan keuangan syariah bergerak.Penelitian tersebut menggunakan sampel di Uni Emirat Arab.

Comments

comments