Jumat , Desember 14 2018
Home / Jabar / Depok / Pakar IPB: Depok Sudah Miliki Profil Gender dan Anak

Pakar IPB: Depok Sudah Miliki Profil Gender dan Anak

DEPOK – Pendamping penyusunan rencana aksi daerah pembangunan dari pusat kajian gender dan anak Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Titik Sumarti, MS, mengatakan bahwa di kota Depok pada tahun 2017 sudah memiliki profil gender dan anak yang menurutnya hal tersebut sangat diperlukan untuk melihat kualitas hidup masyarakat kota Depok.

Demikian ditegaskan Titiek disela-sela acara Penandatangan Komitmen Percepatan Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender Kota Depok Tahun 2017 di Hotel Salak Bogor, Senin (18/12/2017).

“Dari profil tersebut kita bisa melihat kualitas hidup dari masyarakat di Kota Depok baik itu laki-laki, perempuan, anak-anak, lansia, beragam status dan pekerjaan termasuk kelompok difabel dan kelompok rentan lainnya sehingga kita bisa melihat sebenarnya yang mana yang paling rentan yang harus kita dampingi untuk pembangunan di Kota Depok,” jelas Titiek.

Juga dari data tersebut, menurut Titiek, menjadi sangat penting sebagai dasar untuk menyusun program kerja karena capaian pembangunan saat ini bukanlah banyaknya dana yang diserap tapi semuanya berbasis kinerja.

“Kalau berbasis kinerja, berarti harus berbasis data yang kita miliki. Itulah mengapa kita masih perlu menggunakan gender sebagai tools atau alat, posisi kalau dalam konteks gender adalah bagaimana melihat kualitas dalam hidup manusia yang harus kita gunakan, karena masing-masing pelaku dalam beragam usia dan beragam status maupun golongan perlu kebutuhan yang berbeda,” tambah Titiek.

Titiek mencontohkan bahwa ada satu data disalah satu dinas yang menyebutkan bahwa kesempatan kerja di Kota Depok, perempuan lebih tinggi. Dalam konteks guru pendidikan dini dan tenaga kesehatan juga lebih banyak perempuan.

“Dan ini tidak salah, karena memang perpanjangan tugas perempuan ada di dinas pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Namun kemudian ketika kemudian teman-teman dari dinas lingkungan hidup menyampaikan bahwa tenaga kebersihan lebih banyak lelaki, itu kemudian dipermasalahkan,” ungkapnya.

Karena itulah Titiek berharap dirinya bisa terus mendampingi dinas-dinas di Kota Depok untuk menyusun komitmen percepatan pengarusutamaan gender. (san)

Comments

comments