Selasa , Desember 11 2018
Home / Ekonomi & Bisnis / Nilai Spiritual Menentukan Kualitas SDM

Nilai Spiritual Menentukan Kualitas SDM

Ilustrasi. (Istimewa)

Masalah sumber daya manusia menjadi sorotan dalam sebuah perusahaan untuk tetap bertahan di era globalisasi. Sumber daya manusia mempunyai peran penting dalam setiap kegiatan perusahaan. Walaupun sebuah perusahaan telah menyediakan sarana prasarana serta memiliki modal yang sangat besar, akan tetapi apabila tidak didukung dengan sumber daya manusia yang handal dalam kegiatan perusahaannya, maka kegiatan perusahaan tidak akan terpenuhi.

Kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin baik. Setidaknya itu tercermin pada laporan World Economic Forum (WEF) yang diliris Rabu (13/9). Dalam laporan berjudul Global Human Capital Report 2017, yang mengkaji kualitas SDM di 130 negara berdasarkan sejumlah indikator yang dipakai, Indonesia berada di urutan ke-65, naik tujuh peringkat jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani telah beberapa kali menekankan pentingnya menyiapkan SDM berkualitas. Dalam pidatonya di Institut Teknologi Del, Sumatra Utara, Sabtu (9/9) lalu, dia mengatakan di era revolusi industri keempat, penerapan teknologi selalu berkaitan dengan isu penyerapan tenaga kerja dan itu dialami semua Negara. Karena itu, kata dia, Indonesia perlu mendongkrak kualitas SDM serta meningkatkan inovasi melalui riset. (mediaindonesia.com)

Dalam agama Islam, sumber daya manusia merupakan kekuatan terbesar dalam pengolahan seluruh sumber daya yang ada di muka bumi, manusia diciptakan oleh Allah swt. sebagai khalifah di bumi untuk mengelola bumi dan sumber daya yang ada di dalamnya. Manusia memiliki potensi menjadi semulia-mulianya makhluk dan pula potensi menjadi serendah-rendahnya makhluk. Oleh karena itu, Allah menganugerahkan manusia berupa akal dan hati agar dimanfaatkan untuk mempelajari serta mengkaji pesan-pesan Allah dan Rasulullah dalam mengelola alam semesta ini agar selamat dunia dan akhirat.

Menurut Buchari Zainun (2001, hal. 17), manajemen sumber daya manusia merupakan bagian yang penting, bahkan dapat dikatakan bahwa manajemen itu pada hakikatnya adalah manajemen sumber daya manusia atau manajemen sumber daya manusia adalah identik dengan manajemen itu sendiri.

Pada saat ini bisnis syariah sedang bergejolak dimana-mana, akan tetapi apakah pengelolaan sumber daya manusia yang sesuai dengan prinsip Islam telah terlaksana. Meskipun data di atas menyebutkan bahwa kualitas sumber daya manusia telah meningkat, tetapi bila masih banyak terjadi pelanggaran dalam dunia bisnis seperti; mengurangi takaran, kecurangan, penipuan dan sebagainya, maka sumber daya manusia masih belum dikatakan berkualitas. Oleh karena itu sumber daya manusia yang berkualitas dalam Islam memiliki arti yang sangat luas, tidak hanya berkompeten dalam ilmu pengetahuan dan akademisi, tetapi harus memiliki spiritual yang baik.

Pada dasarnya manusia diciptakan Allah swt. adalah untuk beribadah kepada-Nya seperti yang tercantum dalam al-Qur’an surat Adz-Dzaariyat ayat 56, yaitu; “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada Ku”. Meskipun dalam hal muamalat Allah telah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih, tetapi ada unsur-unsur yang memerintahkan agar manusia tidak keluar dari syariat Islam. Oleh karena itu, manusia tidak bisa bebas memilih sesuai apa yang diinginkan, ada batasan-batasan yang perlu diperhatikan dalam bermuamalah.

Rasulullah saw. telah memberikan teladan yang baik kepada manusia khususnya dalam hal muamalah. Beliau melarang adanya pemalsuan, termasuk di dalamnya mengurangi timbangan dan beliau menekankan nilai kejujuran. Beliau bersabda “Saudagar yang jujur dan dapat dipercaya akan dimasukkan ke dalam golongan para nabi, orang-orang jujur dan para syuhada’.” (HR. Tirmidzi)

Dalam bisnis syariah sumber daya manusia harus memenuhi kriteria sebagai seorang muslim yang takwa dan taat kepada Allah swt. yaitu jujur, adil, cerdas, amanah dan semua sifat yang Rasulullah miliki, mengetahuai betul kebenaran dan kesalahan dalam bermuamalah. Hal itu agar dalam praktinya tidak keluar dari perintah Allah swt. Apabila sumber daya manusia hanya menguasai ilmu mengenai ekonomi dan pandai dalam akademisi, mungkin tidak akan terjadi sebuah keharmonisan antara sesama manusia, karena yang mereka lakukan hanyalah bekerja semata mata mencari keuntungan atau bahkan terjadi kecurangan yang akan mengakibatkan kerugian sebelah pihak.

Nilai spiritual dibutuhkan bagi sumber daya manusai karena pada dasarnya bermuamalah adalah menjalin hubungan yang baik, tidak ada yang terdzalimi diantara sesama dan pada dasarnya bermuamalah adalah mencari kemaslahatan. Dengan kesempurnaan yang diberi oleh Allah swt, tentunya manusia harus menyadari bahwa dirinya diciptakan tidak lain melainkan untuk memenuhi hak-hak Allah swt,. Termasuk dalam hal muamalah, Allah menginginkan suatu kebaikan bagi hamba-Nya, memberikan kemudahan dalam bermuamalah dengan tetap berada pada jalur yang benar yang telah Islam ajarkan. Dengan demikian, nilai spiritual berpengaruh besar terhadap kualitas sumber daya manusia. (Ema Astuti)

.

Comments

comments