Jumat , Desember 14 2018
Home / Ekonomi & Bisnis / Model Keuangan Dinamis Asuransi Jiwa dan Perusahaan Takaful di Malaysia

Model Keuangan Dinamis Asuransi Jiwa dan Perusahaan Takaful di Malaysia

Ilustrasi. (Istimewa)

Pada tahun 2008 – 2009, industri asuransi global mengalami hal yang belum pernah terjadi sebelumnya volatilitas sebagai akibat dari krisis keuangan global. Sebagai akibatnya, para regulator memiliki memperketat kerangka pengaturan dan pengawasan untuk industri asuransi dan industri keuangan secara keseluruhan. Di antara yang lain, solvabilitas telah menjadi peraturan yang signifikan pemantauan. Dalam kasus Malaysia, persyaratan solvabilitas untuk industri asuransi adalah diatur oleh kerangka modal berbasis risiko (RBC).

Kerangka RBC untuk perusahaan asuransi konvensional diperkenalkan pada bulan April 2007, diikuti Implementasinya sebenarnya pada Januari 2009. Itu adalah tindakan tepat waktu oleh regulator industri asuransi di Malaysia : Bank Negara Malaysia (BNM), ketika dunia dilanda krisis keuangan global yang dimulai akhir 2007 hingga 2009. Di sisi lain, kerangka RBC untuk industri takaful kemudian diperkenalkan di 2012 dan efektif diterapkan pada Januari 2014.

Insentif BNM untuk memperketat kerangka peraturan dan pengawasan untuk industri asuransi di Malaysia telah terbukti menjadi kisah sukses dalam keuangan domestik industri, baik sebagai perusahaan asuransi jiwa konvensional dan perusahaan takaful keluarga terus tampil luar biasa seperti yang digambarkan oleh pertumbuhannya dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, takaful telah mencatat pertumbuhan yang luar biasa positif dan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan konvensional dalam hal pendapatan kontribusi untuk periode tersebut 2008 hingga 2012.

Pertumbuhan komparatif yang lebih tinggi dari keluarga takaful menandakan kepercayaan diri dan percaya bahwa konsumen dan pelaku pasar di industri takaful Malaysia, sebagai maksud melindungi kepentingan keuangan mereka dari kerugian finansial yang tak terduga, karenanya menyediakan solusi keuangan jangka panjang.

Adapun faktor yang mempengaruhi solvabilitas dari asuransi jiwa dan takaful di Malaysia adalah Tingkat bunga atau tingkat suku bunga, pengembalian ekuitas pasar, ukuran perusahaan, rasio retensi risiko, pertumbuhan premi / kontribusi atau premi, Takaful atau leverage asuransi, Likuiditas, Rasio pengeluaran. Solvabilitas adalah ukuran kunci dari kesehatan keuangan dari perusahaan asuransi jiwa atau takaful.

Karena itu, mewujudkan pertumbuhan industri asuransi yang luar biasa di Malaysia, maka tujuan bagi penulis untuk mengidentifikasi faktor penentu solvabilitas, termasuk spesifik perusahaan dan faktor ekonomi (pasar), sehingga menganalisa berbagai faktor yang mempengaruhi solvabilitas sektor asuransi jiwa dan takaful.

Diketahui bahwa pengeluaran dan pendapatan investasi secara statistik signifikan dan berhubungan positif dengan solvabilitas bisnis asuransi jiwa. Sementara itu, ukuran dan likuiditas perusahaan secara statistik signifikan dan berhubungan negatif dengan solvabilitas perusahaan asuransi jiwa. Untuk keluarga takaful, leverage takaful dan Pertumbuhan kontribusi memiliki pengaruh positif yang signifikan, sementara, biaya dan Ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap solvabilitas. [Triana Rebeta mahasiswa/STEI SEBI]

 

Referensi : Muhamad Abduh, Syaza Nawwarah Zein Isma’’Dynamic financial model of life insurance and family takaful companies in Malaysia’’. Middle East J. Management, Vol. 3, No. 1, 2016. Timur Tengah.

Comments

comments