Selasa , Desember 11 2018
Home / Ekonomi & Bisnis / Mempersiapkan SDM Lulusan Perbankan Syariah

Mempersiapkan SDM Lulusan Perbankan Syariah

Ilustrasi.

Problematika Bank Syariah akhir-akhir ini menjadi perbincangan yang sangat ramai dikalangan masyarakat luas. Beberapa berkomentar sangat antusias dengan keberadaan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) karena telah menerapkan sistem transaksi secara Islami yang adil dan tidak merugikan salah satu pihak (nasabah maupun LKS), dan adapun sebagian dari mereka berkomentar “produk (LKS) tidak jauh berbeda dengan produk dari Perbankan Konvensional”. Lagi-lagi pemahaman dan pengetahuan mengenai LKS menjadi PR besar bagi para ahli dibidang Perbaknan Syariah. Masyarakat mengenal produk LKS tidak jauh dari media sosial, media cetak dan bahkan yang lebih sederhana yaitu perbincangan dari mulut kemulut. Sudah pasti informasi yang diterima oleh masyarakat belum atau bahkan tidak tergamblang dengan sangat jelas dikalangan masyarakat.

Menyimak beberapa berita yang tersiar di media Televisi pada tahun 2016 “ OJK Minta Lembaga Keuangan Syariah Tingkatkan SDM ”, mengapa demikian? Apakah SDM yang tersedia belum dapat memenuhi kriteria? mungkin bankir yang belum terlatih enggan bekerja di LKS? Bahkan yang sering terdengar LKS menerima karyawan dari semua jurusan. Sekalipun memiliki latar belakang pendidikan Akutansi/Perbankan konvensional, mereka dipastikan tidak begitu faham bagaimana dan seperti apa produk yang berjalan di LKS. Meskipun mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai bankir, mereka tidak terlatih dan tidak faham mengenai produk-produk yang terdapat di Perbankan Syariah.

Yang menjadi pertanyaan adalah, siapa yang dapat menjalankan produk Bank Syariah dengan baik? Sudah pasti hanya para ahli, orang-orang yang faham mengenai Perbankan Syariah dan sudah terlatih dibidang tersebut (Perbankan Syariah). Mereka mampu menjalankan produk LKS dengan baik dan benar, memprioritaskan SDM yang berasal dari orang-orang ahli dan terlatih dibidang tersebut (Perbankan Syariah) menjadi penting sebagai bentuk Prioritas.

Opini yang dibuat oleh Cut Nur Halimah “Dengan terbentuknya sumber daya manusia yang memilik kemampuan dalam bidang keuangan dan ekonomi syari’ah, diharapkan dapat membantu operasional bank syari’ah menjadi  lebih efektif dan efesien.”, dalam tulisannya pun menyatakan bahwa keahlian dan keterampilan saja belum cukup terhadap SDM namun peningkatan kualitas profesionalisme dan pendidikan syariah perlu terus dilakukan.

Sebagai peloper Ekonomi Islam, seharusnya mudah bagi kita setiap muslim untuk mempersiapkan lulusan yang profesional didalam bidang Perbankan Syariah. Bukan hanya mempersiapkan dalam hal intelektual saja, namun mempersiapkan dalam hal kerohanipun menjadi hal yang sangat penting untuk dijadikan sebagai patokan keberhasilan dimasa yang akan datang. Untuk menghadapi setiap kemungkinan yang akan terjadi dimasa mendatang, dibutuhkan SDM yang profesional bukan SDM dengan latar belakang semua jurusan. Memprioritaskan lulusan akutansi/perbankanan syariah menjadi salah satu solusi permasalahan yang terdapat di LKS.

Dengan tujuan mengatasi problem SDM di perbankan syariah dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas dimasa yang akan datang, Mulai saat ini kita perlu mengembangan sistem pendidikan yang dapat mengintegrasikan antara teori dengan perktik perbankan syariah beserta kerohanian yang kuat, memprioritaskan bankir lulsan akutansi/perbankan syariah sebagai stuf di LKS, berperan aktif melakukan sosialisasi mengenai penggunaan Bank syariah oleh para ahli, memberikan kesempatan kepada bank konvensional untuk membuka cabang bank syariah seluas-luasnya dan harapannya semoga dari SDM yang dipersiapkan dimasa kini dan yang akan datang, mampu membuat produk-produk yang berbeda dari LK konvensional. (Sekti Putri Banowati)

Comments

comments