Jumat , Desember 14 2018
Home / Jabar / Cianjur / Masuk Kebun Raya Cibodas Kena Dua Kali Bayar, Warga Bingung

Masuk Kebun Raya Cibodas Kena Dua Kali Bayar, Warga Bingung

CIANJUR –¬†Pengunjung Kebun Raya Cibodas di Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, dibuat bingung dengan adanya dua tarif masuk yang harus mereka bayar untuk masuk ke tempat wisata tersebut.

Siva (24) pengunjung asal Tanggerang Selatan, yang datang bersama rombongan, mengaku kecewa dengan tarif masuk yang diberlakukan Pemkab Cianjur yang dinilai cukup memberatkan pengunjung dan mereka harus kembali membayar ketika masuk ke area kebun raya.

“Di pintu masuk pertama kami harus membayar Rp 62 ribu untuk lima orang dan ketika masuk gerbang kebun raya kami kembali harus membayar Rp 10 ribu satu orang. Kami pikir saat di pintu masuk, pembayaran sudah untuk seluruhnya,” kata Siva seperti dilansir antara.

Hal senada terucap dari ketua rombongan wisatawan Mulyadi Yusuf (31), pengunjung asal Pamulang-Tanggerang. Dia bersama 47 orang lainnya menggunakan bus untuk berwisata ke Kebun raya Cibodas, namun di pintu masuk harus membayar Rp 316 ribu ditambah uang parkir Rp 30 ribu.

“Itu belum retribusi lainnya, ada Rp 7 ribu dan Rp 3 ribu. Saya pikir tadi pas diminta uang di pintu pertama sudah termasuk tiket Kebun Raya Cibodas ternyata beda lagi, sekarang saya bersama rombongan terpaksa harus bayar lagi masing – masing,” katanya.

Dia menilai seharusnya di pintu masuk awal hanya untuk parkir kendaraan dan tidak harus dihitung per orang. Menurut dia, wisatawan datang ke Cibodas bukan untuk menikmati parkiran tapi menikmati nuansa alam pegunungan dan pohon langka di kebun raya.

“Saya minta Pemkab Cianjur memperhatikan lagi kenyamanan pengunjung. Saran kami kalau bisa di pintu masuk jangan sampai orang yang dihitung karena belum masuk ke kawasan yang kita tuju melainkan hanya kawasan parkir,” katanya.

Pembantu koordinator tiketing Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas LIPI, Mahmudin, mengatakan, pihaknya kerap menjadi sasaran kekesalan pengunjung mengenai adanya dua tarif tersebut.

Pihak kebun raya berharap pemerintah daerah harus sigap untuk menangani permasalahan tersebut karena dengan diberlakukannya tarif tersebut berdampak buruk bagi kawasan wisata.

Comments

comments