Kamis , Desember 13 2018
Home / Jabar / Bandung / Masjid Terapung Al Jabbar, Masjid Kebanggaan Masyarakat Jawa Barat

Masjid Terapung Al Jabbar, Masjid Kebanggaan Masyarakat Jawa Barat

BANDUNG (Jabarpos.id) – Masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Bandung, akan memiliki kebanggaan dengan hadirnya masjid terapung  yang berlokasi di Gede Bage Kota Bandung. Masjid ini akan menjadi salah satu masjid unik di Jawa Barat karena berada di atas danau retensi.

Nantinya, masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi tempat edukasi karena di dalamnya akan dibangun museum sejarah nabi dan sejarah perkembangan Islam di Indonesia dan Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat meletakkan batu pertama mohon doa dari semua pihak, pada 2019 masjid Al Jabbar ini sudah bisa digunakan oleh 93.000 jemaah.

Dibangun di atas lahan seluas 21 hektar. Dari luas tersebut, 10 hektare lahan diantaranya memiliki kedalaman 3 meter sebagai  danau penampung air yang telah disetujui BBWS dan pemerintah pusat. Sisanya, seluas 11 hektare untuk masjid dan segala kelengkapannya.

Ukuran masjidnya 99×99, yang menyimbolkan jumlah Asmaul Husna. Akan ada empat menara yang dibangun, tiga diantaranya bertinggi 33 meter. Angka 33 menggambarkan rangkaian wirid tasbih 33, hamdalah 33, dan takbir 33. Jadi 33 dikali 3 menara itu 99. Itu jumlah asmaul husna.

Masjid Al Jabbar, bergaya arsitektur moderen dan sarat dengan nilai-nilai Asmaul Husna. Masjid yang disebut-sebut sebagai salah satu masjid termegah di Indonesia ini akan memiliki museum sejarah Nabi Muhammad SAW dan museum Tiga Masjid Suci, termasuk Masjidil Aqsa.

Pembangunan, dikerjakan 354 hari sejak dikerjakan 21 Desember 2017 melalui pemasangan tiang pancang pertama oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Masjid dengan struktur atap bertumpuk simetris berwarna putih dengan jendela berwarna-warni menutup sebagian besar dindingnya ini berdiri seperti mengambang di atas danau. Struktur masjid ini menggunakan bentang baja dan jendela atap berwarna.

Al Jabbar memiliki plaza di bagian depannya dan dikelilingi oleh empat menara berdesain moderen. Keempat menaranya pun tampak muncul dari dasar danau yang dikeliling taman dan pepohonan. Lokasinya terletak di Jalan Cimincrang Gedebage yang menjadi pusat pengembangan Ibukota Jawa Barat tersebut.

Rencananya masjid ini akan didirikan di lahan seluas 25,98 hektare, sebagian besar adalah danau retensi dan lahan terbuka hijau. Danau retensi ini akan berfungsi sebagai embung untuk mengendalikan banjir di Gedebage dan sekitarnya yang biasanya disebabkan oleh luapan anak-anak sungai Citarum.

Masjid yang diprakarsai oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ini berkapasitas 33 ribu orang, terdiri atas lantai dasar, lantai pertama, dan lantai mezzanine atau balkon. Semua lantai bagian utama masjid ini memiliki luas 21.793 meter persegi. Semua bangunan masjid ini didirikan di atas struktur fondasi tiang pancang di atas danau retensi.

Selain aula utama masjid, dibangun juga selasar penghubung atau koridor yang menelilingi selasar terbuka depan masjid, juga kolam, dan plaza masjid dengan total luas 17.429 meter persegi. Dari total lahan yang dibutuhkan, 22.100 meter persegi sudah dibebaskan, sedangkan 3,88 hektare sisanya dibebaskan 2018.

Pembangunan dilakukan oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, dengan nilai kontrak sekitar Rp 511 miliar. Masjid dibangun dengan struktur utama beton, rangka atap dengan struktur baja bentang panjang 99 meter, dengan penutup atap kaca dan alumunium solid panel dengan ketinggian 58 meter. Tiga menara berketinggian 33 meter, dan satu menara lagi 99 meter.

Selain membangun masjid, juga direncanakan akan memindahkan kantor pemerintahan ke Bandung Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya untuk melakukan percepatan pembangunan Masjid Provinsi Jawa Barat Al Jabbar di Gedebage, Kota Bandung. Caranya, mengajukan pembukaan akses Tol Padaleunyi KM 149.

Keroyokan Arsitek ITB

Masjid terapung Al Jabbar merupakan hasil karya keroyokan arsitek yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Pembangunan Masjid Al Jabbar ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wagub Jabar Deddy Mizwar di Cimincrang, Gedebage, Kota Bandung, Jumat (29/12/2017).

Kepala Dinas Bina dan Penataan Ruang Jabar M Guntoro mengatakan masjid yang dikelilingi danau buatan tersebut merupakan gagasan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Namun, sambung dia, urusan desain diserahkan kepada konsultan perencanaan.

“Gagasan dari Gubernur, kemudian dilanjutkan oleh konsultan perencana PT Yodya Karya yang mewadahi TABG (tenaga ahli bangunan gedung) dan Ikatan Arsitek Indonesia dari ITB. Mereka yang desain masjid itu,” kata Guntoro saat dihubungi via telepon genggam.

Ia menuturkan proses penentuan desain Masjid Al Jabbar yang ada sekarang, butuh waktu cukup lama hingga akhirnya disetujui oleh Aher. Bahkan, pihaknya sempat ke Arab Saudi untuk mencari inspirasi untuk diadopsi ke masjid bernilai proyek hampir Rp 1 triliun itu. (des)

Comments

comments