Kamis , Desember 13 2018
Home / Jabar / Depok / Lewat Bank Sampah, Kesadaran Warga Depok Memilah Sampah Semakin Tinggi

Lewat Bank Sampah, Kesadaran Warga Depok Memilah Sampah Semakin Tinggi

Lurah Tugu, Syaiful Hidayat. (Foto: Ibra/jabarpos)

DEPOK, jabarpos.id – Ditemui kala melaksanakan giat tea time bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Rabu pagi (12/7/2017) sebelum memenuhi kewajiban dalam memberikan pelayanan di lingkup Kelurahan Tugu, Lurah Tugu memberikan tanggapannya serta apresiasi secara tinggi kepada salah satu bank sampah yang berhasil meraih juara dua dalam ajang perlombaan bank sampah se-Kota Depok.

Pada kesempatan tersebut, kepada tim jabarpos.id, dirinya membenarkan bahwa dari pada perlombaan tersebut, bank sampah Kompi Dalang Sadar yang berada pada Rw 13 berhasil meraih juara dua pada perlombaan bank sampah di tingkat Kota Depok. Peraihan prestasi ini semakin mengukuhkan tagline Kelurahan Tugu, Yaitu “Tugu Asri, Tugu yang Amanah, Sinergi, Religius dan Indah.

Meskipun begitu, menurutnya juga ini bukan semata hanya tentang predikat juara dalam sebuah perlombaan tetapi yang terpenting itu mengenai kesadaran masyarakat khususnya di lingkup Kelurahan Tugu dalam kegiatan memilah sampah. Dirinya berharap nanti sampah yang terbuang itu hanya pada sampah jenis organik, sedangkan untuk yang organik bisa diolah dan diberdayakan oleh masyarakat melalui bank sampah.

“Pada perlombaan bank sampah di tingkat kota, perwakilan bank sampah yang ada di lingkup Kelurahan Tugu yaitu bank sampah Kompi Dalang Sadar Rw 13 berhasil meraih perolehan juara kedua di tingkat Kota Depok pada ajang perlombaan tersebut. Saya tekankan juga disini, ini bukan hanya tentang predikat tetapi yang terpenting itu dengan diraihnya prestasi tersebut masyarakat khususnya di lingkup Kelurahan Tugu bisa semakin sadar dalam kegiatan memilah sampah. Saya berharap nantinya sampah yang terbuang itu hanya pada jenis organik, sedangkan untuk non organik bisa diolah dan diberdayakan oleh masyarakat melalui bank sampah secara maksimal,” tuturnya pada jabarpos.id.

Tolak ukur penilaian pada perlombaan bank sampah tersebut dikatakan olehnya meliputi beberapa aspek, diantaranya yaitu aktivitas dari bank sampah, jumlah nasabah, jumlah produk yang dihasilkan, serta aspek terpenting penilaian terdapat pada pemasaran bank sampah terhadap hasil pemberdayaan sampah-sampah tersebut.

“Aspek penilaian pada perlombaan bank sampah tersebut meliputi beberapa aspek yaitu aktivitas bank sampah, jumlah nasabah, jumlah produk yang dihasilkan serta yang terpenting itu pada pemasarannya terhadap hasil pemberdayaan sampah-sampah tersebut. Saya mengharapkan dalam hal ini bisa menjadi tugas dari media juga untuk mempublikasikan bagaimana supaya hasil olahan sampah itu yang berupa kerajinan bisa dipasarkan sehingga mereka bisa lebih semangat lagi dalam berkarya memberdayakan hasil sampah menjadi sebuah produk bernilai jual,” tutupnya mengakhiri sesi wawancara. (ibra)

Comments

comments