Kamis , Desember 13 2018
Home / Ekonomi & Bisnis / Kepatuhan Syariah pada Bank Syariah di Bangladesh

Kepatuhan Syariah pada Bank Syariah di Bangladesh

Ilustrasi.

Syariah merupakan suatu dasar penting dari terbentuknya entitas atau lembaga keuangan syariah. Syariah juga yang akan menjadi pembeda antara entitas atau lembaga keuangan syariah dengan lembaga keuangan konvensional. Suatu lembaga keuangan dapat diakui sebagai lembaga keuangan syariah apabila dalam proses pelaksanaan bisnisnya menjalankankan prinsip-prinsip syariah.

Entitas yang menjadi sorotan dalam hal ini adalah bank syariah. Dari data yang diambil pada tahun 2016, perbankan syariah memiliki pangsa pasar terbesar dibanding lembaga keuangan syariah lainnya. Yakni sebesar 5,3% per September 2016.

Kepatuhan syariah masih menjadi isu yang krusial di perbankan syariah, hal ini disebabkan karena sampai saat ini bank syariah ditenggarai masih mengikuti bank konvensional baik segi produk, sumber daya manusia dan operasional. Bahkan masih banyak masyarakat yang menganggap perbankan syariah dan konvensional adalah “sama”.

Abbas (2009) menyatakan bahwa untuk menjaga penerapan syariah tetap berjalan, diperlukan adanya peran ulama (dalam hal ini dewan syariah) sebagai pihak yang mengawasi operasional bank syariah. Siddiqi (2006) berpendapat bahwa para ahli syariah memiliki peran yang sangat signifikan dalam praktik kontemporer pada perbankan syariah. Namun ia juga menyampaikan beberapa keterbatasan yang muncul dari pengawasan syariah.

Iqbal (1998) mengatakan bahwa kurangnya kerangka kelembagaan, hukum perbankan Islam dan kerangka pengawasan yang membatasi ruang lingkup serta fungsi bank syariah. Apabila kita melihat ke beberapa negara, bank syariah diletakkan dibawah pengawasan bank setral negara tersebut dan diberikan perlakuan yang sama seperti yang diberikan kepada bank konvensional.

Di Bangladesh sendiri terdapat sekitar tujuh bank syariah. Namun hanya ada empat bank syariah yang memiliki jumlah cabang yang cukup banyak dan usia yang cukup lama. Keempat bank tersebut adalah Islami Bank Bangladesh Limited (IBBL), Al Arafah Islami Bank Limited (AIBL), Ekspor Import Bank of Bangladesh Limited (EXIM), Shahjalal Islami Bank Limited (SJIBL). Keempat bank tersebut menjadi objek penelitian terkait seberapa tingkat kepatuhan syariah yang dilakukan oleh bank syariah di Bangladesh.

Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa kepatuhan atas penerapan prinsip syariah pada bank syariah di Bangladesh mengalami kondisi yang cukup rentan. Dari keempat bank yang diteliti tersebut ditemukan bahwa tingkat kepatuhan syariah masing-masing bank masih bervariasi. Tingkat pelanggaran yang tinggi dilakukan oleh bank syariah dipengaruhi banyak faktor terutama dalam hal investasi. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan terhadap syariah, kurang kesadaraan dalam menanamkan prinsip syariah, dan kurangnya peran audit syariah dalam memeriksa semua proses bisnis. Selain itu, lemahnya pengawasan dewan syariah juga menjadi salah satu faktornya. Yang ketika menjalankan tugas harusnya dilakukan dari seluruh anggota. (Rani Anggaraeni)

Referensi:
Ullah, Hafij. 2014. Shari’ah Compliance in Islamic Banking an Empirical Study on Seected Islamic Bank in Bangladesh. International Joural of Islamic and Middle Eastrn Finance and Management

Comments

comments