Jumat , Desember 14 2018
Home / Opini / Idealisme Mahasiswa Mulai Dipertanyakan

Idealisme Mahasiswa Mulai Dipertanyakan

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh Aminur Rohman , Mahasiswa STEI SEBI

Telah menjadi sejarah mahasiswa terbukti memiliki kekuatan tak tertandingi sebagai agent of change, iron stock, social control. Sejarah menyatakan banyak pengorbanan dan semangat mahasiswa tercermin dalam tragedi trisakti (mei 1998) dimana tragedi tersebut menewaskan empat mahasiswa universitas Trisakti dijakarta mereka adalah mutia lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan sie. Mereka tewas tertembak didalam kampus terkena peluru tajam ditempat-tempat vital seperti kepala, leher dan dada. Kala itu mahasiswa menuntut pemerintah untuk secepatnya melaksanakan reformasi politik, ekonomi dan hokum serta menuntuk dilaksanakannya sidang istimewa MPR. (tragedi trisakti mei 1998).

Peristiwa 1998 ini menjadi gambaran tentang semangat juang mahasiswa yang tak henti-hentinya terus melaksanakan demonstrasi hingga pemerintah presiden soeharto menyatakan turrun dari jabatannya yang kemudian digantikan oleh wakilnya BJ. Habibie. Sebab tidak puas dengan kepemerintahannya. Itu kasus berapa tahun yang lalu jika dibandingkan denga hari ini justru masalah yang menimpa jauh lebih kacau-balau ketimbang yang lalu dimana sebagian para pejabat Negara berstatus tersangka kasus korupsi seperti kasus mega korupsi E-KTP yang baru-baru ini menyebabkan kerugian Negara mencapai 2,3 Triliun, belum lagi kasus lainya. Baik kasus reklamasi yang terbukti mengantongi banyak kesalahan berdasarkan fakta dan data yang ada. Sayang tidak terlihat pergerakan mahasiswa yang menuntut tuntaskan masalah tersebut. Tidak ada lagi semangat, teriakan-teriakan mahasiswa layaknya peristiwa 1998 berapa tahun yang lalu. Yang terdengar hanya “bagaimana saya mendapat IPK yang bagus. Bagaimana saya bisa kaya sejak mahasiswa.. ?”. mahasiswa zaman ini terlihat sangat apatis. Memang sempat terdengar Aksi mahasiswa di depan gedung-gedung pemerintah namun nyatanya mahasiswa yang berani menyuarakan keadilan hanya 15%. Hal ini sangat disayangkan. Bagaimana tidak. Kekuatan mahasiwa yang dinanti masyarakat akhir-akhir ini terlihat redup tak bercahaya.

Ini perlu dipertanyakan. Ada apa dengan mahasiswa ?. mahasiswa tidak lagi berdaya tidak heran jika pejabat-pejabat Negara kadang meremehkan gerakan mahasiswa. Kekejaman politik meraja rela karna pergerakan mahasiswa lemah. Sadarlah mahasiswa. Kehadiranmu dinanti umat dan bangsa. Kiprahmu membangkitkan semangat umat. Langkahmu menembus cakrawala. Jika hari ini kamu masih apatis kejamnya politik terus beraksi.

Comments

comments