Kamis , Desember 13 2018
Home / Feature / Garut Bukan Sekedar Kota Dodol

Garut Bukan Sekedar Kota Dodol

Salah satu destinasi wisata di Garut. (Foto: Istimewa)

Siapa yang tak tahu dengan produk makanan dodol yang begitu khas akan rasanya. Ya, kebanyakan orang pasti mengetahui kalau asal makanan tersebut yaitu dari Garut dan merupakan oleh-oleh khas kota Garut yang ada sejak tahun 1949. Dodol ini bukan hanya sekedar makanan khas saja, tetapi dodol ini merupakan salah satu produk makanan yang berpotensial dan mempunyai nilai jual yang tinggi dengan segmentasi pasar hingga ke manca negara. Sehingga banyak orang yang menjuluki Kota Garut sebagai Kotanya Dodol. Berbagai julukan untuk Kota Garut sudah tak asing lagi selain julukan Kota Dodol, seperti julukan Garut Kota Intan yang diberikan oleh Ir. Soekarno pada tahun 1960 pada saat berkunjung ke Kota Garut dengan melihat Cahaya yang gemerlap pada malam hari dan terpantul ke sungai Cimanuk sehingga terlihat seperti Intan. Adapun julukan Garut Swiss Van Java diberikan oleh Kolonial Belanda pada masa penjajahan karena iklim dan keindahan kota Garut mirip seperti di Swiss. Dengan adanya berbagai julukan membuktikan bahwa Garut menyimpan berbagai potensi yang tak kalah kayanya dengan potensi daerah lain di Indonesia.

Kabupaten Garut yang mempunyai luas 3065, 19 km2 dengan populasi penduduk sekitar 2,4 juta serta banyaknya potensial dari berbagai sektor. Ini artinya bukan hanya dodol saja yang menjadi potensi daerah Garut dari sektor produksi makanan. Berbagai potensial-potensial yang ada di Kabupaten Garut terdiri dari berbagai sektor, seperti dari: sektor produksi makanan dan produksi kreatif, sektor pariwisata, dan sektor sumber daya alam yang melimpah. Terlebih dengan letak geografis Kabupaten Garut yang begitu strategis, karena Kabupaten Garut berbatasan langsung dengan Kota Bandung dan Kota Tasikmalaya, sehingga Kabupaten Garut banyak dikunjungi dan dilirik oleh para wisatawan dari luar. Maka tak heran sebagian besar Kabupaten Garut dikelilingi oleh gunung-gunung, hutan, serta lautan yang luas , sehingga Kabupaten Garut menjadi salah satu destinasi favorit bagi sebagian wisatawan atau pengunjung.

Keadaan Alam di Kota Garut ini banyak dijadikan sebagai tempat Pariwisata, seperti wisata pegunungan, wisata pantai, wisata air terjun, dan wisata pemandian air panas. Wisata pegunungan yang terkenal di Kabupaten Garut yaitu Gunung Guntur, Gunung Papandayan, dan Gunung Cikuray yang menarik para pendaki atau penjelajah alam untuk menjelajahinya. Selain wisata alam pegunungan, masih ada wisata pantai yang begitu menggoda para wisatawan dari luar akan keindahannya dan sudah cukup terkenal yaitu pantai Sayang Heulang, Pantai Santolo, dan yang lainnya yang terletak di sebelah Garut Selatan.

Bukan hanya sektor wisata saja yang melimpah, potensi dari Sumber Daya Alam di Garut pun begitu melimpah, seperti: potensi panas bumi (geothermal), hasil tambang berupa emas, biji besi, pasir besi, belerang, batubara, dan yang lainnya. Potensi lainnya yang terdapat di kabupaten Garut yaitu potensi di bidang pertanian (padi,dll), perkebunan (sayuran, buah-buahan, rempah-rempah,dll), perhutanan (penanaman kayu untuk bahan bangunan), dan peternakan (seperti adanya spesies plasmanutfah yaitu domba Garut yang sudah mendunia).

Perkembangan yang begitu pesat ada di dalam sektor produksi makanan dan produksi kreatif dengan banyak berdirinya industri baru. Industri yang sudah terkenal yaitu sentra industri dari kulit hewan seperti krupuk kulit, tas, sepatu, jaket, dan dompet. Keberagaman potensi dari berbagai sektor membuktikan bahwa Kota Garut mampu dijadikan contoh daerah dengan keberagaman potensi. Bukan hanya sekedar potensi tetapi harapannya kita bisa mengolah dan mengelola potensi itu untuk memajukan masyarakat daerah Garut sendiri.

Ditulis oleh: Umi Halimatul Huda (Mahasiswi STEI SEBI)

Comments

comments