Kamis , Desember 13 2018
Home / Ekonomi & Bisnis / Faktor Penentu Efisiensi Lembaga Zakat di Malaysia

Faktor Penentu Efisiensi Lembaga Zakat di Malaysia

Ilustrasi.

Membayar Zakat adalah kewajiban orang-orang mampu Muslim untuk memberikan kekayaan mereka dengan syarat dan ketentuan tertentu, kepada mustahik dengan tujuan utama dari pencapaian keadilan sosial ekonomi. Lembaga Zakat adalah lembaga terpercaya yang mengelola Zakat. Di Malaysia, dikenal dengan Dewan Negara Islam Negara (SIRC).

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisis efisiensi Lembaga Zakat di Malaysia. Faktor-faktor apa saja yang menentukan efisiensi Lembaga Zakat di Malaysia.

Salah satu ukuran kinerja di sektor publik adalah efisiensi. Penawaran efisiensi dengan kedua input dan output yang mengukur seberapa produktif berubah menjadi output. Selain efisiensi, ekonomi dan efektivitas juga menjadi perhatian organisasi sektor publik. Ekonomi mewakili hubungan antara sumber daya yang dikeluarkan untuk suatu kegiatan, efektivitas berfokus terutama pada output barang dan jasa yang dihasilkan dari manajemen kegiatan. Tindakan tambahan dari kinerja adalah hasil yang merujuk untuk konsekuensi output yang dihasilkan (Schater, 1999).

Lembaga Zakat menjadi sorotan perhatian dan kritik publik, banyak yang mempertanyakan efisiensi dan efektivitas Lembaga Zakat dalam urusan mengelola Zakat dari Negara masing – masing. perhatian publik ini timbul karena isu penyalahgunaan dana Zakat dan penipuan Amil. Misalnya, Koran Melayu utusan Malaysia (2001), melaporkan bahwa Lembaga Zakat tersebut di Malaysia tidak efisien, masih tersisa orang – orang miskin di Malaysia.

Setelah kejadian ini, apakah faktor – faktor penentu efisiensi pada Lembaga Zakat Malaysia. Hanya sedikit penelitian yang diperiksa kinerja Lembaga Zakat, beberapa penelitian difokuskan pada kinerja pengumpulan Zakat dan distribusi Zakat. (noor et al, 2005).

Efisiensi dapat meningkat jika, output lebih banyak dihasilkan. Jika dapat memberi lebih banyak barang dan jasa untuk masyarakat, tanpa menggunakan lebih banyak sumber daya. Jika dari tahun ke tahun lebih besar pengeluaran dana Zakat untuk para Mustahik. Semakin banyak Kas yang ada dalam Lembaga Zakat pada akhir tahun atau tutup buku, maka semakin dianggap tidak efisien. Karena dianggap tidak mengelola Kas masuk secara efisien.

Sistem Informasi Manajemen. Shleifer dan Vishny (1994) menunjukkan bahwa korporatisation memberikan dampak positif pada perusahaan. Efisiensi selama manajer memiliki hak control tambahan atas perusahaan. Menurut Cambini dkk (2008), korporatisasi, realokasi hak control untuk manajer, adalah instrumen yang berpotensi efektif memberikan insentif untuk meningkatkan kinerja dan meningkatkan efisiensi.

Vagliasindi (2008) berpendapat bahwa sistem pemantauan yang lebih banyak perbaikan saluran berbagi informasi dan pengurangan Intervensi politik pemerintah dapat meningkatkan efisiensi sebuah organisasi.

Faktor penting lain yang akan mempengaruhi efisensi Zakat adalah Desentralisasi. Ketua Dewan agama di Malaysia adalah orang yang bertanggung jawab untuk menentukan tujuan dan misi dari Dewan. Telah beragumen bahwa Desentralisasi meningkatkan tata kelola dan pelayanan publik pengiriman dengan meningkatkan efisiensi alokasi melalui pencocokan yang lebih baik dari pelayanan publik dengan preferensi lokal dan efiseiensi produktif melalui peningkatan akuntabilitas pemerintah daerah untuk warga Negara, melalui lebih sedikit tingkat birokrasi, dan pengetahuan yang lebih baik dari biaya lokal (Dunia Bank, 2011).

Faktor – faktor penentu Lembaga Zakat di Malaysia dengan PTE dan SE sebagai variabel tersebut adalah jumlah cabang yang tersedia, jumlah staf, Sistem pembayaran total Zakat, ukuran papan, pertemuan per tahun, komite audit, desentralisasi, dan korporatisasi.

Disarankan bahwa pemerintah harus meningkatkan tata kelola yang baik, agen federal Zakat di Malaysia harus lebih memperkuatnya. Peran menjadi lembaga pusat yang menonjol dan menentukan Zakat di Malaysia. Antusiasme dan tekad pemerintah adalah penting dalam upgrade Zakat sebagai Lembaga Islam arus utama di Negeri ini.

Tulisan ini membuat signifikan kontribusi memulai arahan kebijakan yang mungkin dianggap oleh otoritas terkait, termasuk SIRCs dan Zakat Center serta Pemerintah federal untuk lebih meningkatkan aspek manajerial Lembaga Zakat di Malaysia. Beberapa aspek seperti penggunaan beberapa kemajuan teknologi seperti sistem Zakat pembayaran harus digunakan sebagai pedoman kepada pihak berwenang terkait untuk lebih meningkatkan efisiensi dari Lembaga Zakat di Malaysia. (Laila Aisyatunnisa )

Comments

comments