Kamis , Desember 13 2018
Home / Berita / Nasional / Dompet Dhuafa Dukung Gerakan Beli Beras ke Petani

Dompet Dhuafa Dukung Gerakan Beli Beras ke Petani

JAKARTA- Mendekati dimulainya bulan suci Ramadhan, muncul sebuah gerakan kebaikan bertajuk Gerakan Beli Beras Zakat Fitrah ke Petani. Dengan cara membeli beras langsung kepada para petani, gerakan ini mencoba untuk memberikan keuntungan lebih besar untuk petani dengan mempersingkat rantai distribusi beras. Hal ini juga bertujuan untuk menumbuhkan perekonomian di tingkat masyarakat. Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga amil zakat nasional (LAZNAS), memandang gerakan ini sebagai gerakan yang produktif.

“Dompet Dhuafa dan lembaga-lembaga zakat lain menyambut positif lahirnya gerakan ini. Gerakan ini memiliki banyak kesamaan misi yaitu untuk melayani, membela, dan memberdayakan petani. Mengacu pada gerakan ini dan dengan melihat pengalaman yang dimiliki oleh Dompet Dhuafa dalam hal jaringan dengan petani, maka Dompet Dhuafa menghimbau agar masyarakat ikut serta dalam gerakan ini dengan bekerjasama dengan lembaga amil zakat yang memiliki program untuk petani, salah satunya adalah Dompet Dhuafa.” Ujar Bambang Suherman, Direktur Mobilisasi Zakat, Infaq, Sodaqoh (ZIS) Dompet Dhuafa, Ahad (13/05/2018).

Petani dalam perspektif Dompet Dhuafa telah lama menjadi salah satu sasaran penerima manfaat (mustahik). petani penerima manfaat dari Dompet Dhuafa didampingi dalam berbagai aspek seperti modal, pendampingan terkait penjagaan kualitas hasil pertanian, hingga menciptakan jaringan pasar untuk produk pertaniannya, salah satunya adalah beras. Kegiatan pendampingan ini berjalan dalam rentang waktu yang cukup panjang, yang membuat Dompet Dhuafa memiliki jaringan kerjasama dengan petani yang permanen dan tepat sasaran.

Bambang mengutarakan bahwa mekanisme yang bisa ditempuh adalah dengan menjadikan lembaga amil zakat sebagai mitra kerjasama pengadaan beras bagi masjid-masjid penyelenggara zakat fitrah maupun masyarakat secara personal.

“Karena Dompet Dhuafa dan lembaga zakat lain memiliki jaringan langsung kepada petani, sehingga masyarakat maupun masjid-masjid yang bekerjasama tidak perlu kesulitan dalam mencari petani yang bisa dibeli berasnya.” Tambah Bambang.

Selain itu, Bambang menambahkan, bahwa Dompet Dhuafa juga memiliki pengalaman penyaluran zakat fitrah yang akurat berdasarkan riset.

“Untuk penyaluran, Dompet Dhuafa sudah memiliki pengalaman tiap tahunnya. Setiap bulan Ramadhan, Dompet Dhuafa menerima zakat fitrah dalam bentuk uang tunai yang nantinya dikonversikan dalam bentuk beras dari petani binaan. Penyalurannya, di Jabodetabek sendiri kami mempunyai peta kantong-kantong kemiskinan yang didapatkan dari lembaga riset kami yaitu IDEAS. Sedangkan untuk diluar Jabodetabek, Dompet Dhuafa memiliki pemetaan tersendiri yang dilakukan kantor cabang dan perwakilan, maupun pemetaan daerah distribusi program tahunan Tebar Hewan Kurban, yang bisa dijadikan acuan penyaluran zakat fitrah.” Bambang menambahkan.

Harapannya, gerakan ini bisa digaungkan lebih luas dan masyarakat sebanyak-banyak bisa turut serta dalam gerakan kebaikan ini. Sehingga momentum ini bisa dijadikan momen perluasan pasar para petani yang bisa menghasilkan sumber daya pengahasilan yang lebih besar bagi mereka. Sehingga terwujudnya petani yang kuat, mandiri, dan berdaya berawal dari zakat.

Comments

comments