Kamis , Desember 13 2018
Home / Uncategorized / Bagaimana Menjadikan Masa Muda Begitu Bermakna

Bagaimana Menjadikan Masa Muda Begitu Bermakna

Dunia merupakan penciptaan terindah, isi bumi dan juga kehidupan yang berjalan sesuai dengan tatanan alurNya. makhluk hidup juga elemen elemen yang ada, namun sungguh sangat mengkhawatirkan ketika dunia mulai tidak seimbang oleh para pemuda-pemudanya, oleh para manusia-manusia yang mulai enggan untuk beribadah kepadaNya. Lalu bagaimana keadaan bumi ketika salah satu alurnya tidak seimbang atau ada yang salah? Sesungguhnya segenap manusia sangatlah membutuhkan syariat Nabi Muhammad SAW.

Jika kita melihat kembali lembaran-lembaran masa lalu, sungguh sangat bosan dengan pemuda-pemudanya, seorang Napoleon Bonaparte sang pemusnah, penjagal dan pelaku kekejian. Desertasi-desertasi yang telah dilakukan oleh seorang Hitler, membakar manusia dengan rudal-rudalnya, juga seorang Josip Broz Tito (Yugoslavia) yang mengelompokkan manusia untuk menyerang manusia yang lainya, sungguh sangat bosan bukan?, dengan aktivitas bumi yang tidak seimbang.

Allah SWT berfirman: “Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam” (QS. Al-Anbiya: 107)

  1. Aidh Al Qarni menuliskan di dalam bukunya yang berjudul “Selagi Masih Muda” beberapa problematika pokok generasi muda yang ditinjau dari empat unsur penting:
  2. Atheisme dan Kafir Zindik

Ajaran ini merupakan ajaran yang lama, bukan sesuatu atau hal yang baru. Ajaran ini bukanlah buatan Karl Marx, Lenin atau Hitler, namun sudah ada sejak zaman Fir’aun dan sebelum zaman Fir’aun. Guru besar ajaran ini adalah Iblis yang terlaknat.

Subhanallah, langit pun bersaksi tiada Rabb selain Allah SWT, begitu juga dengan air, udara, kawanan awan dan juga tanaman yang nampaknya tak dapat berbicara untuk berdzikirpun bersaksi bahwa tiada Rabb selain Allah SWT, akan tetapi kekafiran mengubur hal-hal seperti ini, dan lebih parahnya lagi para pengusung pemikiran seperti ini hendak menyerang generasi muda islam mereka memulainya dengan memasuki. Semenanjung Arab, hal yang pertama mereka masuki adalah adalah bidang sastra, karena pada masa itu seorang sastrawan sangatlah termahsyur pada zamannya.

Penyakit keragu-raguan dan Atheisme (ketidak percayaan kepada tuhan) sudah sering dipertontonkan di adegan drama dan juga pertunjukanyang menghinakan dan mulai memporak porandakan aqidah generasi muda saat ini. Banyak kita jumpai saat ini layanan aplikasi dan jaringan internet mampu menaik turunkan iman seorang anak adam. Tak ayal apabila Rasulullah SAW tidak menganjurkan seorang ummatnya dalam keragu-raguan, karena itu adalah pintu bagi Syaithan terlaknat.

  1. Menuruti Nafsu Syahwat

Penyakit ini dipersembahkan kaum Orientalis dan Kapitalis Barat. Penyakit ini juga sangatlah beragam, sering sekali kita temui pada saat ini dalam bentuk botol arak, perempuan pengumbar syahwat, majalah-majalah dan situs-situs porno yang saat ini dilegalkan dan sangat mengkhawatirkan bagi generasi muda, penerus kaum intelektual muslim.

Dahulu kala, Banyak para sahabat yang ketika tidurnya selalu berjaga-jaga sebelum maupun sesudah tidurnya, terkadang di samping alasnya terdapat pedang-pedang yang mampu melindunginya ketika musuh tiba-tiba saja datang.

Namun pada saat ini nampaknya sudah sangat berubah, generasi muda saat ini mulai menikmati tidur diatas kasur bertemankan bantal dan guling berbulu angsa, sehingga kebanyakan dari mereka yang lelah dengan rutinitas kesehariannya, tertidur lelap dan melupakan dzikir-dzikir yang akan menjaganya ketika tidur.

Siapakah orang yang mempengaruhi kita, sehingga berbuat demikian? Sesungguhnya mereka adalah musuh-musuh Allah SWT dan Islam, maka jangan biarkan diri kita dihancurkan sedangkan sudah jelas pernyataan-pernyataan mereka (musuh Allah) di berbagai seminar yang mereka adakan maupun berbagai perundingan.

“Sesungguhnya kita sudah menderita kerugian besar dalam berbagai medan pertempuran dengan kaum Muslimin, kita merugi memerangi mereka dengan berbagai jenis rudal, kapal jet dan bom. Dihadapan kita hanya ada satu cara untuk  memerangi mereka yaitu perang dengan botol arak, perempuan dan nyanyian serta majalah amoral”

Sungguh sangat menyedihkan apabila kita masih berlena-lena dengan fasilitas yang mereka sediakan, sedangkan mereka menyediakan berbagai fasilitas itu untuk menghancurkan kita sendiri. Bukankah kita sedang terjebak? Atau kita mulai terlena dengan jebakan itu? Naudzubillah.

Inilah yang dimaksud dengan 4 propaganda makanan, wanita, film dan nyanyian

  1. Perang maknawi dan lemahnya semangat

Seorang penyair Arab mengatakan “Dari negerikulah ilmu pengetahuan dituntut, dan ilmu pengetahuan yang dituntut dari negara barat yang sangat dungu dan tidak berarti. Negeriku menjadi tempat diturunkannya wahyu Ilahi bahkan di negeriku pulalah diutusnya seorang Nabi yang paling mulia.”

Begitulah kira-kira seorang penyair Arab itu memberikan nasehat yang tersirat dari syairnya. Janganlah kita menjadi seorang yang terpana dengan keindahan bangsa penjajah, karena sejatinya mereka adalah penghancur generasi muda islam.

Negeri ini adalah negeri yang asli, maka jangan sekali kali kita terpana dan takjub dengan kecanggihan dan harta yang mereka miliki, karena sesungguhnya itu hanyalah bagian mereka di dunia ini, sebagaimana Firman Allah SWT:

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang kehidupan akhirat adalah lalai.” (QS. Ar-Rum: 7)

Terkadang kita sering terpenjara oleh kata-kata yang tidak bertanggung jawab, misalnya: primitif, kelatar belakangan, negara-negara berkembang serta dunia ketiga dan lain-lainnya, semua kata-kata ini adalah racun, mengapa disebut racun? Karena tanpa sadar ketika kita membacanya menjadikan diri kita sedemikian buruknya, sedangkan Allah menciptakan manusia sebagai makhluk sempurna dan mulia diantara para makhlukNya. Namun kita terpenjarakan oleh kata kata yang tidak bertanggung jawab. Naudzubillah.

Tiga point diatas yang sangat sensitif, meskipun terkadang kita sendiri tidak menjumpainya dikala sedang berhadapan denganya, namun sejatinya kita sedang terlena dalan penjara yang mereka buat, sehingga kebanyakan generasi muda islam berperilaku dan bertingkah sia-sia atau melalaikan urusan akhiratnya. [Hilda Islami Ahza]

Comments

comments