Jumat , Desember 14 2018
Home / Ekonomi & Bisnis / Apakah Investasi Pasar Modal Syariah di Indonesia Menguntungkan?

Apakah Investasi Pasar Modal Syariah di Indonesia Menguntungkan?

Ilustrasi.

Kegiatan memperbanyak kekayaan tidak dilarang dalam Islam, agar harta yang dimiliki seseorang menjadi lebih produktif dan mendatangkan manfaat untuk orang lain. Semakin banyak kekayaan yang seseorang punya maka makin banyak yang dapat diberikan kepada orang lain, jika kekayaan yang dipunya pun pas-pasan saja maka yang diberikan kepada orang lain pun tidak banyak sehingga dalam Islam sangat menganjurkan kegiatan investasi karena kegiatan menimbun harta sangat dilarang oleh Allah swt karena dana yang menganggur tidak memberikan manfaat (mubazir). Banyak pilihan sarana Investasi. Salah satunya adalah investasi di pasar modal syariah.

Pasar modal syariah merupakan kegiatan pasar modal yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. Pasar modal syariah memiliki 2(dua) peran penting antara lain sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan untuk pengembangan usahanya melalui penerbitan efek syariah dan sebagai sarana investasi efek syariah bagi investor.

Pasar modal syariah bersifat universal, dapat dimanfaatkan oleh siapapun tanpa melihat latarbelakang suku, agama, dan ras tertentu. Kegiatan pasar modal termasuk dalam kelompok muamalah, sehingga transaksi dalam pasar modal diperbolehkan sepanjang tidak ada larangan menurut syariah. Kegiatan muamalah yang dilarang adalah kegiatan spekulasi dan manipulasi yang di dalamnya mengandung unsur gharar, riba, maisir, risywah, maksiat dan kedzhaliman. Kegiatan apa yang dilarang? Kegiatan yang dilarang adalah kegiatan/tindakan yang bertentangan dengan prinsip syariah (sesuai fatwa DSN-MUI Nomor: 80/DSN-MUI /III/2011) antara lain seperti Maisir, Gharar, Riba, Bathil, Ba’i al-ma’dum, Ikhtikar, Taghrir, Ghabn, Talaqqi al-rukban, Tadils, Ghisysy, Tanajusy/Najsy, Dharar, Risywah, Maksiat dan Dzhalim.

Didalam pasar modal syariah tidak ada fasilitas perdagangan marjin karena investor karena investor hanya boleh melakukan transaksi sebesar dana yang dimilikinya. Dana investor pun hanya diinvestasikan di saham yang perusahaan atau emietnnya memenuhi ketentuan syariah atau halal. Kegiatan pasar modal syariah halal karena pada dasarnya kegiatan pasar modal yang merupakan kegiatan penyertaan modal dan atau jual beli efek (saham, sukuk), termasuk dalam kelompok muamalah, sehingga transaksi dalam pasar modal diperbolehkan sepanjang tidak ada larangan menurut syariah. Kegiatan muamalah yang dilarang adalah kegiatan spekulasi dan manipulasi yang di dalamnya mengandung unsur gharar, riba, maisir, risywah, maksiat, dan kedzhaliman.

Perbedaan pasar modal syariah dengan pasar modal umum adalah pasar modal syariah merupakan bagian dari industri pasar modal Indonesia. Secara umum, kegiatan pasar modal syariah sejalan dengan pasar modal pada umumnya. Namun, terdapat beberapa karakteristik khusus pasar modal syariah yaitu bahwa produk dan mekanisme transaksi tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah dipasar modal. Tidak terdapat perbedaan fisik antara saham syariah dan nonsyariah. Tetapi, saham sebagai bukti kepemilikan perusahaan dapat dibedakan menurut kegiatan usaha dan tujuan pembeliannya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong agar industri pasar modal syariah kian bertumbuh dan dapat dijadikan sebagai alternatif investasi. Terutama bagi para investor yang mengutamakan pilihan investasi yang mengacu pada prinsip-prinsip syariah.

Keberadaan pasar modal syariah ini menarik bagi investor yang mengutamakan kehalalan investasi. Keraguan masyarakat mengenai kehalalan pasar modal syariah pun telah terjawab. Pemerintah melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memastikan bahwa instrumen pasar modal syariah halal dan tidak bertentangan dengan ajaran syariah Islam. Bahkan, pada bulan Mei lalu, keluar fatwa DSN-MUI Nomor: 80/DSN-MUI /III/2011 tentang penerapan syariah di pasar modal dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Pasar modal syariah yang diterapkan di Indonesia bukan merupakan pasar yang berdiri sendiri, tidak mengenai perbedaan mekanisme pencatatan efek, serta tidak ada perbedaan mekanisme perdagangan efek. Itu artinya, pasar modal syariah Indonesia merupakan bagian dari struktur yang sudah ada. Mekanisme perdagangan yang dianut juga mengacu pada mekanisme umum yang telah berlaku selama ini.

Penerapan prinsip pasar modal syariah juga mengacu pada fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Beberapa fatwa yang sudah diterbitkan oleh DSN-MUI, di antaranya Fatwa Nomor 40/DSN-MUI/X/2003 tentang pasar modal dan pedoman umum penerapan prinsip syariah di bidang pasar modal.

Efek Syariah yang diperdagangkan di Pasar Modal Indonesia sejauh ini meliputi saham syariah, reksa dana syariah, sukuk negara, sukuk koperasi, Dana Investasi Real Estat (DIRE syariah), Exchange Traded Fund (ETF syariah) serta Efek Beragun Aset Syariah (EBA syariah). Produk syariah yang berupa efek harus tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Sementara layanan pasar modal syariah antara lain Ahli syariah pasar modal, Manajer investasi syariah, Pihak penerbit daftar efek syariah, Sharia online trading system, Bank kustodian yang memberikan jasa kustodian syariah, Wali amanat yang memberikan jasa dalam penerbita sukuk, Sistem online trading syariah.

Secara konsep, saham merupakan surat berharga bukti penyertaan modal kepada perusahaan dan dengan bukti penyertaan tersebuut pemegang saham berhak untuk mendapatkan bagian hasil dari usaha perusahaan tersebut. Konsep penyertaan modal dengan hak bagian hasil usaha ini merupakan konsep yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Berdasarkan fatwa, Transaksi saham dianggap sesuai dengan prinsip syariah jika saham tersebut merupakan saham yang termasuk dalam daftar Efek Syariah dan pelaku atau investor tidak melakukan transaksi yang dilarang secara syariah seperti margin trading dan short selling.

Meski investor berinvestasi pada produk-produk syariah, para investor disarankan untuk tetap memegang teguh prinsip-prinsip umum dalam berinvestasi. Ada delapan langkah penting yang harus jadi pegangan. Pertama, memahami tujuan investasi, misalnya untuk biaya pendidikan atau untuk pensiun. Dari tujuan itu baru ditetapkan horison investasi, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Langkah kedua, mengenali profil risiko masing-masing dalam berinvestasi.

Beberapa langkah penting lainnya yakni mempelajari alternatif investasi yang tersedia, memahami tingkat risiko dari yang dipilih, serta menentukan batas investasi, disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Selanjutnya menentukan strategi investasi, manfaatkan jasa profesional bila diperlukan, serta fokus pada tujuan investasi.

Indonesia memiliki prospek investasi syariah yang menjanjikan. Apalagi itu didukung Indonesia yang memiliki jumlah penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia dengan prospek pertumbuhan ekonomi Pasar Modal dibuktikan dengan Pasar modal syariah di Indonesia mengalami perkembangan signifikan sejak 2011. Hal itu dilihat dari dana kelolaan reksa dana syariah yang mencatatkan kenaikan rata-rata pertumbuhan sekitar 30%. Kenaikan dana kelolaan reksa dana ini juga didukung peluncuran produk baru seperti exchange traded fund (ETF) berbasis syariah pertama di Indonesia.

“Antusias masyarakat terhadap investasi syariah cukup baik, dengan terlihatnya keikutsertaan masyarakat umum dan akademi dalam Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) yang mengalami peningkatan signifikan dari 2.306 peserta di tahun 2011, bertambah lagi sebanyak 4.292 peserta di tahun 2012 dan bertambah lagi 3.411 peserta sampai Oktober 2013,” ujar Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

BEI juga sudah mengembangkan suatu model perdagangan online yang sesuai syariah atau syariah online trading system (SOTS) untuk diaplikasikan oleh anggota bursa. Hingga saat ini, sistem layanan online trading syariah tersebut sudah dikembangkan oleh 7 perusahaan efek.

Dengan adanya sistem ini, maka perkembangan investasi syariah di pasar modal Indonesia diharapkan semakin meningkat karena investor akan semakin mudah dan nyaman dalam melakukan perdagangan saham secara syariah.

Sementara Dibanding pasar modal konvensional, pasar modal syariah memang baru dibangun tahun 1997. Karena itu rendahnya literasi masyarakat dan pelaku pasar modal masih menjadi tantangan tersendiri karena dibutuhkan kerja keras untuk membangun pemahaman mengenai pasar modal syariah, Untuk memberikan gambaran yang baik tidak gampang karena untuk investasi bukan hanya diperlukan dana tapi juga pemahaman. Bukan hanya masyarakat rendahnya pengetahuan tentang efek modal syariah juga dialami oleh pelaku pasar modal. Para potensial issuer, kurang memahami produk syariah yang bisa mereka gunakan untuk mendapatkan dana di pasar modal. Selanjutnya kurangnya sumber daya manusia (SDM) di pasar modal yang mengerti mengenai pasar modal syariah dan kesyariahan itu sendiri menjadi tantangan selanjutnya untuk pasar modal syariah. supply dan demand pasar modal syariah yang masih kecil. Ini juga salah satunya merupakan efek dari rendahnya literasi tentang pasar modal syariah.

Selain itu tantangan dan ganjalan yang dihadapi dalam investasi syariah adalah konsep bagi hasil yang tidak mampu memberikan patokan tingkat penghasilan yang pasti. Pintar tidaknya pengelola dana yang pasti. Pintar tidaknya pengelola dana akan menjadi ukuran sekaligus berdampak pada hasil yang bisa diperoleh investor. Disadari bahwa instrumen investasi syariah masih terbatas, sehingga kemampuan pengelola dana dalam portofolionyajuga harus piawai. Diversifikasi investasi yang terbatas jelas akan menyulitkan pengelola dana. Oleh karena itu, investasi syariah mempunyai risiko yang lebih tinggi.

Banyak pilihan orang untuk menanamkan modalnya dalam bentuk investasi. Salah satu bentuk investasi adalah menanamkan hartanya di pasar modal. Pasar modal pada dasarnya merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan atau surat-surat berharga jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam utang maupun modal sendiri.

Pasar Modal Syariah sangat potensial untuk tumbuh dan berkembang di Indonesia. Disamping kebal akan krisis, pasar modal syariah juga memberikan imbal bagi hasil yang menjanjikan dan lebih menguntungkan ketimbang produk investasi konvensional lainnya. Pasarnya sangat terbuka untuk tumbuh dan berkembang. Karena kebanyakan masyarakat di Indonesia adalah beragama Islam sehingga akan menjadikannya pangsa pasar yang sangat terbuka bagi instrumen investasi syariah termasuk pasar modal syariah. [Afiifah Nurulwahidah Assa’diyah]

Comments

comments